Orang Buton Punya

Komentar Para Pembaca Akan Sangat Membantu Dalam Memperkaya Khasanah Blog Ini

Sejarah Kesultanan Buton

Posted by orangbuton pada 6 Agustus 2008

Sebagai sebuah negeri, keberadaan Buton tercatat dalam Negara Kertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365 M. Dalam naskah kuno itu, negeri Buton disebut dengan nama Butuni. Digambarkan, Butuni merupakan sebuah desa tempat tinggal para resi yag dilengkapi taman, lingga dan saluran air. Rajanya bergelar Yang Mulia Mahaguru.

Dalam sejarahnya, cikal bakal Buton sebagai negeri telah dirintis oleh empat orang yang disebut dengan Mia Patamiana. Mereka adalah: Sipanjonga, Simalui, Sitamanajo, Sijawangkati. Menurut sumber sejarah lisan Buton, empat orang pendiri negeri ini berasal dari Semenanjung Melayu yang datang ke Buton pada akhir abad ke-13 M. Empat orang (Mia Patamiana) tersebut terbbaagi dalam dua kelompok: Sipanjongan dan Sijawangkati; Simalui dan Sitamanajo. Kelompok pertama beserta para pengikutnya menguasai daerah Gundu-Gundu; sementara kelompok kedua dengan para pengikutnya menguasai daerah Barangkatopa.Sipanjongan dan para pengikutnya meninggalkan tanah asal di Semenanjung Melayu menuju kawasan timur dengan menggunakan sebuah perahu palolang pada bulan Syaban 634 Hijriyah (1236 M). Dalam perjalanan itu, mereka singgah pertama kalinya di pulau Malalang, terus ke Kalaotoa dan akhirnya sampai di Buton, mendarat di daerah Kalampa. Kemudian mereka mengibarkan bendera Kerajaan Melayu yang disebut bendera Longa-Longa. Ketika Buton berdiri, bendera Longa-Longa ini dipakai sebagai bendera resmi di kerajaan Buton.Sementara Simalui dan para pengikutnya diceritakan mendarat di Teluk Bumbu, sekarang masuk dalam daerah Wakarumba. Pola hidup mereka berpindah-pindah hingga akhirnya berjumpa dengan kelompok Sipanjonga. Akhirnya, terjadilah percampuran melalui perkawinan. Sipanjonga menikah dengan Sibaana, saudara Simalui dan memiliki seorang putera yang bernama Betoambari. Setelah dewasa, Betoambari menikah dengan Wasigirina, putri Raja Kamaru. Dari perkawinan ini, kemudian lahir seorang anak bernama Sangariarana. Seiring perjalanan, Betoambari kemudian menjadi penguasa daerah Peropa, dan Sangariarana menguasai daerah Baluwu. Dengan terbentuknya desa Peropa dan Baluwu, berarti telah ada empat desa yang memiliki ikatan kekerabatan, yaitu: Gundu-Gundu, Barangkatopa, Peropa dan Baluwu. Keempat desa ini kemudian disebut Empat Limbo, dan para pimpinannya disebut Bonto. Kesatuan keempat pemimpin desa (Bonto) ini disebut Patalimbona. Mereka inilah yang berwenang memilih dan mengangkat seorang Raja.

Selain empat Limbo di atas, di pulau Buton juga telah berdiri beberapa kerajaan kecil yaitu: Tobe-Tobe, Kamaru, Wabula, Todanga dan Batauga. Seiring perjalanan sejarah, kerajaan-kerajaan kecil dan empat Limbo di atas kemudian bergabung dan membentuk sebuah kerajaan baru, dengan nama kerajaan Buton. Saat itu, kerajaan-kerajaan kecil tersebut memilih seorang wanita yang bernama Wa Kaa Kaa sebagai raja. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1332 M.
Berkaitan dengana asal-usul nama Buton, menurut tradisi lokal berasal dari Butu, sejenis pohon beringin (barringtonia asiatica). Penduduk setempat menerima penyebutan ini sebagai penanda dari para pelaut nusantara yang sering singgah di pulau itu. Diperkirakan, nama ini telah ada sebelum Majapahit datang menaklukkannya. Dalam surat-menyurat, kerajaan ini menyebut dirinya Butuni, orang Bugis menyebutnya Butung, dan Belanda menyebutnya Buton. Selain itu, dalam arsip Belanda, negeri ini juga dicatat dengan nama Butong (Bouthong). Ketika Islam masuk, ada usaha untuk mengkaitkan nama Buton ini dengan bahasa Arab. Dikatakan, nama Buton berasal dari kata Arab bathni atau bathin, yang berarti perut atau kandungan.

Kerajaan Buton dan Islam

Dengan naiknya Wa Kaa Kaa sebagai raja, Kerajaan Buton semakin berkembang hingga Islam masuk ke Buton melalui Ternate pada pertengahan abad ke-16 M. Selama masa pra Islam, di Buton telah berkuasa enam orang raja, dua di antaranya perempuan. Perubahan Buton menjadi kesultanan terjadi pada tahun 1542 M (948 H), bersamaan dengan pelantikan Lakilaponto sebagai Sultan Buton pertama, dengan gelar Sultan Murhum Kaimuddin Khalifatul Khamis. Setelah Raja Lakilaponto masuk Islam, kerajaan Buton semakin berkembang dan mencapai masa kejayaan pada abad ke 17 M. Ikatan kerajaan dengan agama Islam sangat erat, terutama dengan unsur-unsur sufistik. Undang-undang Kerajaan Buton disebut dengan Murtabat Tujuh, suatu terma yang sangat populer dalam tasawuf. Undang-undang ini mengatur tugas, fungsi dan kedudukan perangkat kesultanan. Di masa ini juga, Buton memiliki relasi yang baik dengan Luwu, Konawe, Muna dan Majapahit.

Silsilah

Berikut ini daftar raja dan sultan yang pernah berkuasa di Buton. Gelar raja menunjukkan periode pra Islam, sementara gelar sultan menunjukkan periode Islam.

Raja-raja:
1. Rajaputri Wa Kaa Kaa
2. Rajaputri Bulawambona
3. Raja Bataraguru
4. Raja Tuarade
5. Rajamulae
6. Raja Murhum

Sultan-sultan:
1. Sultan Murhum (1491-1537 M)
2. Sultan La Tumparasi (1545-1552)
3. Sultan La Sangaji (1566-1570 M)
4. Sultan La Elangi (1578-1615 M)
5. Sultan La Balawo (1617-1619)
6. Sultan La Buke (1632-1645)
7. Sultan La Saparagau (1645-1646 M)
8. Sultan La Cila (1647-1654 M)
9. Sultan La Awu (1654-1664 M)
10. Sultan La Simbata (1664-1669 M)
11. Sultan La Tangkaraja (1669-1680 M)
12. Sultan La Tumpamana (1680-1689 M)
13. Sultan La Umati (1689-1697 M)
14. Sultan La Dini (1697-1702 M)
15. Sultan La Rabaenga (1702 M)
16. Sultan La Sadaha (1702-1709 M)
17. Sultan La Ibi (1709-1711 M)
18. Sultan La Tumparasi (1711-1712M)
19. Sultan Langkariri (1712-1750 M)
20. Sultan La Karambau (1750-1752 M)
21. Sultan Hamim (1752-1759 M)
22. Sultan La Seha (1759-1760 M)
23. Sultan La Karambau (1760-1763 M)
24. Sultan La Jampi (1763-1788 M)
25. Sultan La Masalalamu (1788-1791 M)
26. Sultan La Kopuru (1791-1799 M)
27. Sultan La Badaru (1799-1823 M)
28. Sultan La Dani (1823-1824 M)
29. Sultan Muh. Idrus (1824-1851 M)
30. Sultan Muh. Isa (1851-1861 M)
31. Sultan Muh. Salihi (1871-1886 M)
32. Sultan Muh. Umar (1886-1906 M)
33. Sultan Muh. Asikin (1906-1911 M)
34. Sultan Muh. Husain (1914 M)
35. Sultan Muh. Ali (1918-1921 M)
36. Sultan Muh. Saifu (1922-1924 M)
37. Sultan Muh. Hamidi (1928-1937 M)
38. Sultan Muh. Falihi (1937-1960 M).

Periode Pemerintahan

Era pra Islam Kerajaan Buton berlangsung dari tahun 1332 hingga 1542 M. Selama rentang waktu ini, Buton diperintah oleh enam orang raja. Sementara periode Islam berlangsung dari tahun 1542 hingga 1960 M. Selama rentang waktu ini, telah berkuasa 38 orang raja. Sultan terakhir yang berkuasa di Buton adalah Muhammad Falihi Kaimuddin. Kekuasaannya berakhir pada tahun 1960 M.

Wilayah Kekuasaan

Kekuasaan Kerajaan Buton meliputi seluruh Pulau Buton dan beberapa pulau yang terdapat di Sulawesi.

Struktur Pemerintahan

Kekuasasan tertinggi di Kerajaan Buton dipegang oleh sultan. Struktur kekuasaan di kesultanan ditopang oleh dua golongan bangsawan: kaomu dan walaka. Walaka adalah golongan yang memegang adat dan pengawas pemerintahan yang dijalankan oleh sultan. Wewenang pemilihan dan pengangkatan sultan berada di tangan golongan Walaka, namun, sultan harus berasal dari golongan kaomu. Untuk mempermudah jalannya pemerintahan, Buton menjalankan sistem desentralisasi dengan membentuk 72 wilayah kecil yang disebut kadie. Beberapa jabatan yang ada di struktur pemerintahan Buton adalah bontona (menteri), menteri besar, bonto, kepala Siolimbona dan sekretaris sultan.

Kehidupan Sosial Budaya

Sebagai kerajaan Islam yang tumbuh dari hasil transmisi ajaran Islam di Nusantara, maka kerajaan Buton juga sangat dipengaruhi oleh model kebudayaan Islam yang berkembang di Nusantara, terutama dari tradisi tulis-menulis. Bahkan, dari peninggalan tertulis yang ada, naskah peninggalan Buton jauh lebih banyak dibanding naskah Ternate, negeri darimana Islam di Buton berasal. Peninggalan naskah Buton sangat berarti unutk mengungkap sejarah negeri ini, dan dari segi lain, keberadaan naskah-naskah ini menunjukkan bahwa kebudayaan Buton telah berkembang dengan baik. Naskah-naskah tersebut mencakup bidang hukum, sejarah, silsilah, upacara dan adat, obat-obatan, primbon, bahasa dan hikayat yang ditulis dalam huruf Arab, Buri Wolio dan Jawi. Bahasa yang digunakan adalah Arab, Melayu dan Wolio. Selain itu, juga terdapat naskah yang berisi surat menyurat antara Sultan Buton dengan VOC Belanda.
Kehidupan di bidang hukum berjalan denga baik tanpa diskriminasi. Siapapun yang bersalah, dari rakyat jelata hingga sultan akan menerima hukuman. Sebagai bukti, dari 38 orang sultan yang pernah berkuasa di Buton, 12 di antaranya mendapat hukuman karena melanggar sumpah jabatan. Satu di antaranya, yaitu Sultan ke-8, Mardan Ali (La Cila) dihukum mati dengan cara digogoli (dililit lehernya dengan tali sampai mati).

Dalam bidang ekonomi, kehidupan berjalan dengan baik berkat relasi perdagangan dengan negeri sekitarnya. Dalam negeri Buton sendiri, telah berkembang suatu sistem perpajakan sebagai sumber pendapatan kerajaan. Jabatan yang berwenang memungut pajak di daerah kecil adalah tunggu weti. Dalam perkembangannya, kemudian tejadi perubahan, dan jabatan ini ditingkatkan statusnya menjadi Bonto Ogena. Dengan perubahan ini, maka Bonto Ogena tidak hanya berwenang dalam urusan perpajakan, tapi juga sebagai kepala Siolimbona (lembaga legislatif saat itu). Sebagai alat tukar dalam aktifitas ekonomi, Buton telah memiliki mata uang yang disebut Kampua. Panjang Kampua adalah 17,5 cm, dan lebarnya 8 cm, terbuat dari kapas, dipintal menjadi benang kemudian ditenun menjadi kain secara tradisional.

Secara umum, ada empat prinsip yang dipegang teguh oleh masyarakat Buton dalam kehidupan sehari-hari saat itu yakni:

1. Yinda Yindamo Arata somanamo Karo (Harta rela dikorbankan demi keselamatan diri)
2. Yinda Yindamo Karo somanamo Lipu (Diri rela dikorbankan demi keselamatan negeri)
3. Yinda Yindamo Lipu somanamo Sara (Negeri rela dikorbankan demi keselamatan pemerintah)
4. Yinda Yindamo Sara somanamo Agama (Pemerintah rela dikorbankan demi keselamatan agama)

Buton adalah sebuah negeri yang berbentuk pulau dengan letak strategis di jalur pelayaran yang menghubungkan pulau-pulau penghasil rempah di kawasan timur, dengan para pedagang yang berasal dari kawasan barat Nusantara. Karena posisinya ini, Buton sangat rawan terhadap ancaman eksternal, baik dari bajak laut maupun kerajaan asing yang ingin menaklukkannya. Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, maka kemudian dibentuk sistem pertahanan yang berlapis-lapis. Lapis pertama ditangani oleh empat Barata, yaitu Wuna, Tiworo, Kulisusu dan Kaledupa. Lapis kedua ditangani oleh empat Matana Sorumba, yaitu Wabula, Lapandewa, Watumotobe dan Mawasangka, sementara lapis ketiga ditangani oleh empat orang Bhisa Patamiana (pertahanan kebatinan). Untuk memperkuat sistem pertahanan berlapis tersebut, kemudian dibangun benteng dan kubu-kubu pertahanan. Pembangunan benteng dimulai pada tahun 1634 oleh Sultan Buton ke-6, La Buke. Tembok keliling benteng panjangnya 2.740 meter, melindungi area seluas 401.900 meter persegi. Tembok benteng memiliki ketebalan 1-2 meter dan ketinggian antara 2-8 meter, dilengkapi dengan 16 bastion dan 12 pintu gerbang. Lokasi benteng berada di daerah perbukitan berjarak sekitar 3 kilometer dari pantai.

Demikianlah deskripsi ringkas mengenai Kerajaan Buton. Saat ini, di bekas wilayah kerajaan ini, telah berdiri beberapa kabupaten dan kota yaitu: Kabupaten Buton, Kabupaten Muna, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Bombana dan Kota Bau–Bau. Kota Bau-bau ini merupakan pusat Kerajaan Buton pada masa dulu. Hingga saat ini, masih tersisa peninggalan kerajaan, di antaranya bangunan istana. Sumber: melayuonline

About these ads

39 Tanggapan to “Sejarah Kesultanan Buton”

  1. DASA ISKANDAR OGO berkata

    karena kulisusu merupakan bagian dari kesultanan Buton… orang2 kulisusu sebetulnya dari keturunan apa ?

  2. Sejarah sudah sangat baik dipaparkan,bagaimana kalau ditambah dengan kupasan dari segi bahasa daerahnya, karena setahu saya di Kabupaten Buton sangat mempunyai ragam bahasa daerah .

  3. Rabani (La Ode) berkata

    Saya hanya heran saja, Buton yang berdiri kokoh didirikan orang lain, coba tanya. Sebelum aakhir abad 13 atau sebelum mia pantamiana itu ada, aapa pulau buton belum ada, satu!. Dua, apa sebelum mia pantamiana itu datang ke Buton, apakah belum ada satupun masyrakat atau kehidupan yang ada di pulau Buton?, tiga kerajaan2 kecil yang belum ada sebelum kedatangan mia pantamiana seharusnya diakui sebagai peletak dasar kesultanan Buton. Begini, tradisi tulis kerajaan sebelumnya belum dilakukan sehingga apa yang diakui dan dikutip berulan2 tampa kita sadari telah ikut merendahkan posisi kita orab Buton sekedar penerus hasil kreasi orang2 Melayu?

  4. nadya berkata

    sudah banyak artikel dan buku atau cerita yang saya dengar, namun sy sempat berpikir kok tidak ada yang sama…. apa memang sejarah begitu banyak fersih,pihak lain mengatakan bahwa informasinya yang benar yang itu tidak, sebaliknya juga pihak yang lain… disinilah kelemahan qt org buton jarang mau kerjasama untuk kepentingan bersama hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan…maaf bila hal ini tidak benar…. saya sebagai orang buton sangat sedih

  5. Dhany berkata

    Keturunan Sultan La Jampi dan La Ode Wita (Kapitalau Kamaru),banyak berada di Raha/berasal dari Muna adalah orang orang yang berahlak baik dan cendekia….banyak telah bergelar DOktor. (DR. La Ode HUsen Biku (anggota Kompolnas, SH, MH, DR. La Ode Ramadhan Biku, Dr. Abd.Radjab (Wakil Ketua DPRD Muna,

    dan banyak yang lain.

  6. Putra buton berkata

    Mari kita bersama untuk menyatukan sejarah,bukan saling bantah.

  7. Ali Baba berkata

    Buton berkembang hasil penyatuan paham islam dan masyarakat setempat dg dasar itu islam dpt diterima oleh masyarakat buton sebagaimana sejarah telah mencatat. adapun mengenai org asli buton itu kita kembalikan kepada awal dan akhir dalam artian cuma ada satu asal keturunan berbeda pemahaman.

  8. acid berkata

    sekedar inpormasi masuknya islam di buton bukan dari daerah tetangga yg mengakui dirinya islam dulu baru ke buton sebenarnya di kesultanan buton dulu islam baru kesultana mereka mereka

  9. jabar berkata

    siapa sebenarnya orang yang memimpin tanah buton?
    kalosaya pernah membaca sebuah artikel, orang yng memimpn tanah buton adalah orang di luar tanah buton,!
    lalu orang asli buton yang mana??????

  10. alex berkata

    Sdr Rabani,

    Saya sependapat dengan anda, sebaiknya forum ini jangan terkooptasi dari sejarah buton yang ada. Benar Rabani, bahwa dalam buku Darul Adat Fii Butuni sudah mengakui (walaupun hanya dalam hal perkelahian antara salah seorang dari mia patamiana dengan pemilik enau, tapi itu sudah menunjukkan bahwa ada orang lain sebelum kedatangan mia patamiana. Betul dari awal namanya sudah Buton, tapi pusat pemerintahan bukanlah Bau-bau yang pertama. Ada beberapa tempat lain yang pernah menjadi pusat pemerintahan kerajaan Buton.
    Artinya, janganlah kita bertengkar soal Buton,hanya merujuk kepada sejarah yang sudah tertulis,………ada “cara” lain untuk menelusuri Buton kebelakang.
    Saya pahami kalau banyak penanggap mempertanyakan ke-butonan mereka, karena banyak orang (tidak semua) yang sekarang ini mengaku aslinya Buton, sebenarnya adalah pendatang dan itulah yang menjadi penggerogot buton

  11. faisal syamet berkata

    saya cuman ingin tau… sebenarnya siapa orang pertama yang memimpin buton…??? kalau dia dari Arab atau China atau Mongol… mengapa pada saat itu orang buton tidak menggunakan bahasa Arab Mongol Atau China dan sesungguhnya darimana asal mula bahasa Buton atau Wolio itu sendiri,,,,mohon penjelasannya…

  12. alex berkata

    Bung Faisal,

    Awal Buton bukan dari ketiga bangsa yang anda sebutkan dan awal Buton bukan di bau-bau sekarang ini. Sejarah telah dibuat sedemikian rupa sehingga asal muasal suatu negeri berpindah,,,,dan ini tidak hanya terjadi buat Buton saja tetapi hampir terjadi pada seluruh nusantara ini. Saya siap mempertanggung jawabkan pernyataan saya ini jika tanda2 perubahan yg sekarang ini muncul sudah benar2 terjadi

  13. soleman berkata

    buton belum saatnya untuk membuka diri..

  14. ayu pwjo berkata

    saya kurang paham dari sejarah buton ini. dimana informasi yang lebih jelas karena banyak hasil wawancara saya dengan para orang tua tentang letak kerajaan buton yamg pertama bukanlah di kota bau-bau.nanti setelah benteng di bangun oleh sultan ke 6 labuike baru pemerintahan di pindahkan ke kota bau-bau. di mana letak tiang bendera pertama kerajan buton? bagaimana dengan kota pasarwajo tepatnya di desa takimpo?apa ada yang tau tentang itu ?

  15. umiati laba'ah berkata

    boleh bagi tahu saya faktor-faktor migrasi kaum buton ke sabah, khususnya tawau? saya buat kajian pasal buton di tawau…

  16. umiati laba'ah berkata

    kpd saudara soleman: buton sudah masanya menonjolkan diri.. buat apa perlu terperuk seperti katak di bawah tempurung. bg saya, mana2 bangsa di dunia ni mempunyai potensi tersendiri untuk menonjolkan diri kepada masyarakat luar. tak da sebab untuk tidak menonjol selagi anda mampu membawa nama bangsa anda ke tempat yang boleh menyanjung bangsa anda.

  17. amin awad berkata

    Mohon maaf. saya mempunyai pandangan lain.
    sistem demokrasi pertama di Indonesia adalah di kesultanan Buton, sebab di kesultansn Buton tidak mengenal Putra Mahkota. Calon sultan diangkat oleh siolimbonja dan berasal dari 3 golongan (maaf saya sudah lupa karena lama sekali saya baca.), Mohon penulis lebih teliti menulis sehingga orang yang tidak kenal dengan kerajan buton tidak kabur memahami sejarah kerajaan buton.
    saya sepakat untuk menyatukan sejarah, tapi mungkin meluruskan sejarah.
    saya memang tidak lahir dan tinggal tinggal di buton, namun mengalir dalam darah ini darah buton. orang tau kami dan kami masih menggunakan bahasa cia-cia. namun masih punya kebanggaan dengan tanah buton, dimana sejarah perjuangan buton sangat mulia.
    mudah2an kedepan ada orang yg meluruskan sejarah buton, bagi kami orang perantau.

  18. SAHIDIN berkata

    thanks ya membantu dalam tugasku,,

  19. edi hartono berkata

    mari kita sama2 membngun daerah tercinta kita semua ini,,,,,,,,,,,jngnlah sling mengklaim aplgi sling menjatuhkan,,,, 1 hal perlu kita ketahui,,, buton adlah daerah yang sngat kaya akan SDM, SDA dbndingkan daerah2 lain,………..

  20. Hanafi Hussin berkata

    Mas Rabani (La Ode), usulkan tim peneliti untuk meneliti sejarah Buton sebelum kedatangan Miapatamiana. Selagi belum dilakukan, semua orang akan terus menggunakan fakta tersebut untuk penelitian yang selanjutnya.

  21. lakuleba...putra siompu berkata

    matana surumba antara lain…1. La balawa ( me bungkalena Lawa ) 2.La pandewa ( pandeewa ) 3.Siompu ( mo’umpu-umpuna ) 4. Mawasangka ( mo sangka-sangkana ) 5. Katobengke ( mo to tobengkena )…………….sedangkan Wa bula adalah Matana surumba i tanah ( matana surumba rahasia )

  22. agung berkata

    sebagai orang muna saya cukup prihati dengan sejarah buton. karena bagaimanapun kakek kami la kilaponto (Murhum) juga melahirkan raja-raja di buton. jika ingin mempelajari sejarah buton maka pelajari sejarah muna ditulis oleh J. Couvrer berkebangsaan belanda

  23. nia berkata

    saya t’tanya2 bila kah bangsa botun mula bertapak disabah kerana saya juga merupakan sebahagian dari bangsa buton yang dilahirkan disabah malang nya saya sering tertanya2 tentang sejarah bangsa buton itu sendiri serta cuba mencari informasi melalui laman web apa yang saya perolehi kurang memuaskan hati jadi minta up great lagi penghuraian n hujah2 tentang sistem kesultanan buton sebelum peperintahan wa kaa kaa n bagaimanakah buton memperolehi nama sekiranya perintis yang membangunkan kota buton merupakan orang yang berasal dari semenanjung dan apakah bangsa kita semamang nya mempunyai kaitan dengan semenanjung secara mutlak @ sekadar informasi yang tidak benar..maaf bukan berniat menyinggung tetapi masih banyak lagi yang perlu saudara pertingkatkan supaya ramai diluar sana tidak memandang enteng usaha saudara..saya menyokong niat murni saudara kerana serba sedikit maklumat yang saudara jelaskan dalam web site ni membantu saya mengenali bangsa saya sendiri..apa pun saya ucapkan semoga berjaya dalam usaha murni saudara memperkenalkan bangsa buton kepada masyrakat luar..

  24. anakku berkata

    Saya mendukung semua upaya menggali sejarah dan budaya Buton.. Bagi rekan-rekan yang masih bingung, hilangkan kebingungan anda dan berpartisipasilah bila ingin kejelasan dari segala pertanyaan yg ada di benak anda. kaidah dasar yg bisa digunakan menurut saya yaitu : Al-Qur’an SUrat Al-Hujrat Ayat 13 : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

  25. Ridwan berkata

    Buton m’punyai rahasia dibalik sejarah terbentuknya dan memiliki hubungan dg kota Mekkah dan Madinah

  26. yahya berkata

    yahya, maumere ( flores ) salam kenal …
    sy sangat senang dengan semua masukan dari berbagai pihak,sy selama ini selalu mengikuti perkembangannya,hanya sj sy sayangkan kenapa media ini menjadi perdebatan,seharusnya di sini, kita satukan cerita tentang sejarah buton yang terputus – putus,sy salah satu cucu keturunan sayyedi rabba ,sy sering dengar cerita dari nenek sy tentang buton,hanya hari ini baru sy gabung,untuk saudara ridwan dan alex,apa yang kalian kemukakan itu tidak ada yang salah,cerita sejarah yang kalian punya,harus digali terus,karena masih banyak sejarah buton yg belum terungkap,kami di flores ini mungkin keturunan yg tidak kenal,tapi kami jg tau cerita tentang buton,meskipun kami tidak dilahirkan di buton,

  27. la umara putra lapandewa rongi berkata

    TABEA….. SIBATARA (anak raja manyuba dari kerajaan majapahit) nikah dengan WA KAA KAA ( raja buton I/istri I) di karuniai 7 orang putri salah satunya BULAWAMBONA ( raja buton II ). lalu SIBATARA menikah lagi dengan anak bangsawan kerajaan LUWU yang bernama WA BOKEO di karuniai 2 orang putera bernama ; 1. LA ELI BATALAIWORU MOBETENA ITOMBULA ( raja muna I )…. 2. LA TIWORO ( raja tiworo )…….. LA ELI di karuniai putera bernama SUGILAENDE ( raja muna II )…. SUGILAENDE di karuniai putera bernama SUGIMANURU (raja muna III)…. SUGIMANURU di karuniai 2 putera dan 1 puteri bernama ; 1. LAKILAPONTO/ HALUOLEO/ MURHUM (raja buton ke- 6/ sultan buton I )………. 2. LA POSASU ( raja muna ke- 7 klo tidak salah)……… 3 WA ODE POGO ( makamya di KADATUA dlm wilayah kab. buton).. sumber bacaan: Darul Butuny Sejarah dan Adatnya Jilid I tulisan ABDUL MULKU ZAHARI 1980.

  28. nirmala berkata

    agus : sepengetahuan saya, raja muna itu berasal dari buton,,, jadi kenapa sejarahnya muna dlu yang dipelajari baru kita tau sejarah buton,,, bukankah sebaliknya…???
    dan soal sejarah buton yang asli, kalau saya nda salah dikampung saya itu masih ada orang tua yang mengetahuinya,, itupun kalau beliau belum lupa, (karena usia beliau sudah sangat tua ) dan ayah sering menceritakan kisah tentang kerajaan buton, tapi kurang mengingatnya,,,, walaupun kami di pandang sebelah mata oleh orang2 bau2 khususnya orang keraton,,,, saya orang lipu

  29. Reza Kaimuddin berkata

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Kejayaan Buton tinggal kenangan, tak ada kepedulian serius masyarakat mengenai hal ini, hanya sekedar adu argumen & hujah2 yg bias. Kalaupun Buton kembali berjaya (Insya’Allah), pasti ada pihak yang tidak senang, Walaka & Qaomu Wolio tak lagi dianggap bahkan tidak dihargai. Semoga kejayaan, keberanian Nenek Moyang ku tak sia2 ditelan zaman, amin yaa Rabb.

    Untuk Saudara Yahya, kiranya dapat berbagi sejarah & cerita dengan saya email: rezanovarykaimuddin@ymail.com

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  30. Rudi berkata

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Maaf, mohon informasi apakah ada yang mengetahui tentang nama ” syeh maulana sutan abdollah puteh bin syeh husain puteh. apakah beliau berasal dari buton? ingin sekali saya bersilaturrahmi dengan keluarga beliau kalau ada yang mengetahui tentang keberadaannya.

    mohon kirim ke email saya apabila ada informasi.
    Terima kasih

  31. Salnuddin di Ternate berkata

    Aslm saudaraku semua

    salawat dan salam untuk baginda rasul serta para aulia

    Saudaraku… semua, ketahuilah (semoga berarti bagi kita semua)
    1. Masyarakat di kedua jazirah (muna + Buton) dengan mengaplikasikan sistim pemerintahan keduanya adalah diisi oleh para pendatang
    dimana pelayaran mulai gencar mulai abad ke 7 – 12 M. para pendatang tersebut berasal dari negeri (kerajaan) yang telah ada saat
    itu (majapahit, sriwijaya dll). Oleh karena itu (ringkas uraian) memposisikan awal mula kesultanan buton+muna dsb titik awalnya dari
    proses siar islam mulai berkembang kecuali untuk kesultanan Maluku Kie Raha (lebih duluan).
    2. Sistem manajemen pemerintahan kesultanan buton dengan mengaplikasikan kajian muthasabiyah (martabat 7) yang tertuang dalam
    kitab kuning (karya syech dari gresik/maaaf lupa namanya) yang lebih dikenal dengan buku tambaga (tembaga itu berwarna kuning)
    ada karya dimasa siar islam oleh walisongo. Artinya, penerapannya belum lama jika dibandingkan manajemen (aplikasi mutashabiyah)
    yang dilakukan oleh sugimanuru. Faktanya ….. kenapa dalam banyak hal kehidupan di 2 jazirah (muna+buton) ini menggunakan
    aplikasi sugimanuru (sistim hirarki masyarakat/kasta) yang berimplikasi misalnya pada sistim boka.
    3. Awal Sistem/pedoman hidup orang muna+buton dibentuk oleh 2 penyiar islam yang datang pada gelombang ke-2 ke jasirah
    muna+buton.
    4. Terkait dengan kekuasaan sultan buton……, hati-hati saudaraku semua….., sesama islam tidak ada saling menguasai….., ingat (kalau
    tau/paham) sebab-sebab hengkangnya para syech yang berdiam di Kulisusu….?! ….. itu adalah bagian dari imprealisme, jadi sejarah
    hitam di 2 jazirah ini.. jangan diperkeruh lagi….. dan kita harus berpikir logis untuk tujuan kemaslahatan
    5. Saudaraku…. hati-hati dalam mengangkat kisah mutashabiyah menjadi bahan kajian untuk masyarakat umum….

    wassalam

  32. Leihitu berkata

    Ass…. basudara semua..!
    Kalau masing” punya bukti buku tembaga silahkan kajian isinya dulu, baru komentar, karna saya rasa itu merupakan wasiat dari para leluhur agar kelak tau ahli warisnya …..

  33. Salnuddin di Ternate berkata

    Aslm.

    Saya hanya berniat untuk pelurusan pola pikir… bagi saudaraku semua……

    buku tembaga dalam pemaknaan umum banyak didefenisikan sebagai buku penuntun yang sangat sakrar (memang isi sakrar) dan seakan-akan kitab tersebut uraiannya tertulis di atas lempengan tembaga dan dibuat menjadi kitab. Saudaraku….buku tsb bukanlah berupa lempengan logam tembaga sebagimana dokumen lontara yang tertulis pada daun lontar. Kitab martabat 7 (buku tembaga) atau kitab kuning adalah kupasan ayat-ayat alquran dan hadist dalam menjelaskan konsep manusia dan rabnya (maaf uraian lainnya…. saya tidak layak untuk jelaskan). yang pasti untuk menguraikannya kita harus memasuki “tingkatan kajian dan aplikasi yang LEBIH INTENSIF dari suatu syariat islam”.

    Kitab martabat 7 tidak hilang tenggelam sebagaimana pandangan umum orang, namun orang yang mengaplikasikan isi kitab tersebut telah tenggelam yang dapat diartikan :
    1. Tenggelam dalam alam makrifat yang tidak mau lagi disibukkan dengan urusan keduniaan.
    2. Tenggelam dalam arti meninggal secara fisik (wafat)

    dari uraian tersebut, menggambarkan sumber (Guru/syech) yang dapat mengajarkan amalan martabat 7 tidak ada lagi.

    Adapun uraian amanat leluhur agar kelak akan tau ahli warisnya adalah suatu ungkapan pemikiran yang logis tentang keturunannya kelak harus mempelajari kitab tersebut dam memasuki amalan dari kitab tersebut. dan pada akhirnya pengamalan tersebut akan mendapat pengetahuan bathin yang tinggi.

    Demi Allah SWT, janganlah dipahami oleh saudara-saudaraku bahwa kitab martabat 7 menjadi kisah yang bermakna mistik dalam pencarian ahli warisnya.

    Kebenaran datangnya dan hanya milik Allah SWT

  34. Salnuddin di Ternate berkata

    Aslm.
    Saya mau sedikit berikan masukan tentang asal-usul pulau muna dan pulau Buton. Asal-usul pulau tersebut merupakan suatu hasil kajian dengan pendekatan model pergerakan tektonik lempeng. Model Proses geologi tersebut dibuat oleh Hill (2001) sebagaimana diperlihatkan pada gambar-gambar dibawah ini, :
    TINJAUN UMUM PERGERAKAN LEMPENG TEKTONIK PEMBENTUKAN PULAU MUNA DAN PULAU BUTON

    Keterangan gambar
    Pulau Muna secara material (daratannya) diduga telah terbentuk lama (lingkaran merah) namun masih menjadi bagian lempeng dasar laut atau bagian dari lempeng samudera. Pulau Muna Pulau Kabaena awalnya masih bergabung dalam daratan lempeng samudera yang sumber bangkitannya dari tanah arab melalui afrika (lempeng samudera bagian selatan). Diperkirakan pada sekitar tahun sekitar 37 juta tahun yang lalu (Ma) dan (lihat angka dengan warna merah pada sudut kanan gambar), mulai bergerak menuju utara. Pergerakan ke arah utara tersebut menjadi bagian dari pergerakan lempeng yang membentuk lembeng sabuk dunia (Ring of fire). Pada bagian lain pulau muna telah berapit dengan pulau buton yang merupakan lempeng benua (daratan) dari gugusan daratan papua Nugini (paparan sahul). Informasi lain diperlihatkan pada warna hijau Pulau Muna merupakan daratan dasar laut yang terpisah dengan pulau berwarna hijau lainnya dibagian utaranya (Gugusan Pulau sangir thalaud dan pulau-pulau philipina) akibat adanya lempeng hindia (tanda panah).
    Pada era 19 juta tahun tahun pulau muna memotong bidang lempeng hindia yang berarti adanya goncangan kuat dalam proses tersebut. Selama proses pergerakan lempeng hindia hingga era 14 juta tahun yang lalu menyebabkan makin mendekatnya pulau Muna dan Pulau Buton sekaligus makin menjauhnya daratan Pulau Papua terhadap Pulau Muna dan Buton. Makin menjauhnya pulau Papua yang bergerak kearah tenggara sebagai dasar peembentukan pulau-pulau Wakatobi, Pulau Ambon dan Pulau lease hiingga kepulauan aru. Proses tersebut makin jelas terjadi pada era 8 – 6 juta tahun yang lalu.
    Pada era 2 juta tahun yang lalu, dibagian timur Pulau buton (lingkaran merah) terbentuk wilayah dangkalan yang menguhungkan 3 pulau di tenggara sulawesi dengan pulau-pulau di sulawesi tengah hingga ke Taliabu hingga ke Papau.
    Sinkronisasi alur pikir pemodelan dinamik lempeng dan sejarah lisan masyarakat Muna.
    1. Sejarah lisan bahwa pulau Muna terbentuk dari Nur dan Pulau Buton dari bui. Sumber sejarah lisan tersebut berasal dari Kakek saya sendiri bernama La Maeka (Gelar = Mojino lele) dari Mesjid Lohia.
    Uraian Pembentukan Pulau MUna
    Kondisi dimaksud bahwa Pulau Muna terbentuk dari Pulau Karang (warna Hijau), dimana untuk munculnya dipermukaan air laut (menjadi pulau) terjadi akibat proses bliching (pemutihan karang) sehingga karang yang terlihat sangat putih. Dalam proses pemutihan tersebut (secara umum) peran cahaya matahari menyebabkan penghuni karang menjadi ekstra memproduksi silika untuk mempertahankan hidupnya hingga tak mampu lagi melakukan proses fotosintesis. Oleh karena itu penyinaran matahari tersebut (Nur) tersebutlah yang menjadi kunci dasar pembentukan Pulau Muna. Mengingat proses pengangkatan karang ke permukaan laut terjadi secara bertahap dan tergantung pada luasan pulau karang yang muncul, menyebabkan karang disekitarnya juga secara bertahap mengalami bliching dan pengangkatan.
    Pada bagian lain penggerakan munculnya karang dipermukaan dapat dilihat dari dua aspek yakni; aspek pengangkatan karang secara parsial dan secara sinergis dengan proses geologi. Pada proses biologi memberikan makna bahwa pemunculan pulau Muna menjadi relatif lambat dan cenderung daratan pulau muna menjadi keropos akibat :
    • Pertumbuhan karang relatif lambat dimana untuk tumbuhnya karang sepanjang 3 cm memerlukan waktu selama  2 tahun (misalnya jenis acropora/karang berbentuk jari).
    • Sinar matahari akan membongkar struktur karang secara fisik dan menjadi lapuk (heatering).
    Pada proses geologi memberikan informasi bahwa pada era 14 – 19 juta tahun yang lalu lempeng samudera hindia memotong pulau Muna dan Pulau buton dengan dengan arah pergerakan lempeng bergerak kearah pulau muna (menjauhi pulau Buton) atau desakan lempeng kearah utara menuju daratan induk pulau Sulawesi. Hal tersebut dapat diperlihatkan dengan adanya wilayah tebing yang terjal pada salah satu sisi diantara kedua pulau tersebut sebagaimana diperlihatkan pada tebing yang terdapat bagian selatan Pulau Muna (baruta). Konsekuensi lain sebagai Pulau karang (Karts) mempunyai kedalaman perairan yang relatif dangkal dengan kemampuan tanahnya relatif mempunyai porositas yang tinggi atau kemampuan menyimpan air yang rendah.

    Uraian Pembentukan Pulau Buton
    Pulau Buton berdasarkan gambar yang sama menunjukkan bahwa daratan utama Pulau Buton tergabung dengan daratan Pulau Papua dari gugusan pulau – pulau pada paparan sahul. Sebagai pulau pada daerah paparan maka bangkitan gelombang relatif dengan frekuensi tinggi namun panjang gelombang yang pendek. Dengan karakteristi gelombang pada kedalaman yang dangkal (daerah paparan) menyebabkan gelombang pecah jauh dari mainland daratan. Perambatan dengan panjang gelombang kecil tersebut (riak) menyebabkan pembentukan buih yang lebih banyak. Bukti lain yang menjelaskan bahwa daratan utama Pulau Buton berasal dari paparan sahul dapat dilihat dengan adanya material tambang asphalt yng menjadi salah satu ciri utama daratan yang terbentuk dari lempeng benua (kelompok batuan silikum aluminium).

    Walaikum salam
    Hormat saya

    Salnuddin

    NB. Insya Allah pada kesempatan lain saya uraikan tentang :
    1. Sinkronisasi waktu umur geologi dengan informasi sejarah lisan tentang bunyi dentuman 2 X sebagai tanda terbentuknya 2 pulau
    jazirah muna dan jazirah buton.
    2. Asal mula kata Laode/Waode terkait dengan makna dan fungsinya.

    tolong minta alamat emailnya, biar beberapa gambar saya dapat masukkan, email saya Sal_pikunkhair@yahoo.co.id

  35. Jazirah Leihitu berkata

    Ass….!, terimakasih sudara Sal..Ada sesuatu yang ingin beta tanyakan dari sudara ttp nanti beta email aja…, ok
    Terima ksih sebelumnya

    wassalam

  36. R. Salihi berkata

    Salam… buat para pembaca dan komentator.

    saya tertarik dengan uraian saudara SALNUDDIN di Ternate. mohon pencerahannya mengenai
    1. informasi sejarah tentang bunyi dentuman 2x sebagai tanda terbentuknya 2 pulau Buton dan Muna
    2. Makna dan fungsi sebutan La Ode dan Wa Ode

    terima kasih…..

    saya orang Buton di Papua, ingin sekali mengenal sejarah para leluhur bangsa Buton

  37. Yudi Andika berkata

    assalamualaikum…
    saya hx mau bertanya kepada semua para pengamat/peneliti negeri buton yg ada di seluruh nusantara,yg sy tanyakan di sini buat semua pengamat…yg per-
    1.Siapa Manusia pertama Utusan allah SWT yg berdiam di Negeri buton Dan Namnya Siapa?Dasarnya apa dan tolog jelaskan?
    2.Awal yg memberi nama Negeri kita BUTON itu siapa?dasarnya Apa?Artinya Apa?dan Dari mana Nama BUTON itu di dapat?
    3.tolong diteliti Tanah Dataran Pulau Negeri Buton Itu Dari Mana Awal Mulanya?tolong di lihat PETA Negeri Buton.
    4.Kenapa Pulau Negeri Buton itu,Negeri aspal yg Terbesar Di Dunia?

    insyaallah…apabila kita sudah mengetahui Dasar semua yg ada di atas ini,wlwpun masih ada yg kurang,ijin allah Maka Kita akan Tau Apa semua Isi Negeri Buton yg Ada Di dalam hingga di luarnya,yang terlihat maupun tidak terlihat,yg tersentuh maupun tidak tersentuh,yg tidak dirasa tapi bisa merasakannya.

    Mohon Maaf Aabila salah kata dalam ucapan saya dan pemahaman saya yg tidak berkenan di hati dan fikiran sodaraq…saya mohon maaf.

    ompuno kabarakati wuta wolio.

  38. La ode suradin berkata

    boleh tau kenapa orang buton itu bahasanya beda” ya……dan apa benar buton itu memiliki 72 bahasa…? mohon penjelasannya….!

  39. MANU MAKESSA berkata

    bukan 72 bahasa, itu 72 kadie,, di buton ada 12 bahasa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: