DAFTAR RAJA DAN SULTAN BUTON
Posted by orangbuton pada 5 Juni 2009
Raja-raja:
1. Raja Putri Wa Kaa Kaa
2. Raja Putri Bulawambona
3. Raja Bataraguru
4. Raja Tuarade
5. Raja Mulae
6. Raja Murhum
Sultan-sultan:
1. Sultan Murhum (1491-1537 M)
2. Sultan La Tumparasi (1545-1552)
3. Sultan La Sangaji (1566-1570 M)
4. Sultan La Elangi (1578-1615 M)
5. Sultan La Balawo (1617-1619)
6. Sultan La Buke (1632-1645)
7. Sultan La Saparagau (1645-1646 M)
8. Sultan La Cila (1647-1654 M)
9. Sultan La Awu (1654-1664 M)
10. Sultan La Simbata (1664-1669 M)
11. Sultan La Tangkaraja (1669-1680 M)
12. Sultan La Tumpamana (1680-1689 M)
13. Sultan La Umati (1689-1697 M)
14. Sultan La Dini (1697-1702 M)
15. Sultan La Rabaenga (1702 M)
16. Sultan La Sadaha (1702-1709 M)
17. Sultan La Ibi (1709-1711 M)
18. Sultan La Tumparasi (1711-1712M)
19. Sultan Langkariri (1712-1750 M)
20. Sultan La Karambau (1750-1752 M)
21. Sultan Hamim (1752-1759 M)
22. Sultan La Seha (1759-1760 M)
23. Sultan La Karambau (1760-1763 M)
24. Sultan La Jampi (1763-1788 M)
25. Sultan La Masalalamu (1788-1791 M)
26. Sultan La Kopuru (1791-1799 M)
27. Sultan La Badaru (1799-1823 M)
28. Sultan La Dani (1823-1824 M)
29. Sultan Muh. Idrus (1824-1851 M)
30. Sultan Muh. Isa (1851-1861 M)
31. Sultan Muh. Salihi (1871-1886 M)
32. Sultan Muh. Umar (1886-1906 M)
33. Sultan Muh. Asikin (1906-1911 M)
34. Sultan Muh. Husain (1914 M)
35. Sultan Muh. Ali (1918-1921 M)
36. Sultan Muh. Saifu (1922-1924 M)
37. Sultan Muh. Hamidi (1928-1937 M)
38. Sultan Muh. Falihi (1937-1960 M).
eemboz berkata
Post yg bagus.
ini salah satu jalan nyari daftar nama raja.
waerumpa berkata
artikel yang sangat memperkaya budaya buton, saya mohon bantuannya, informasi tentang OPUTAIKO-Laode Karambau, tentang sejarah atau silsilah keluargx…
syahdulevi berkata
saya mencari kerabat kesultanan buton yg bernama abdurrahman hidinani, yg tau mhn di balas
anshar berkata
siapa bilang buton lebih besar dari makassar.
cerita mati!!!!!!!!!!
buton itu hancur seandainya tidak ada belanda yang menyerang gowa dan menyelamatkan arung palakka (raja bugis).
dari mana dapat cerita daeng??????????
sulawesi tenggara tidak ada apa2nya seandainya tidak di bantu orang sulsel.
orang sultra belajar di makassar daeng!!!!!!!!!!
mahasiswa kendari pernah di parangi mahasiswa bone.!!!!!!
ini bukan cerita…….
makassar itu kota besar sejak dulu sampai sekarang.
iping berkata
saudara anshar
dari segi tulisan anda saya nilai anda bukan dari kalangan intelektual…
karena punya pikiran yang picik
sekarang zaman modern bung..terlalu mengangkat derajat sendiri itu lagu lama
jangan anda memancing keadaan yang selama ini kita harapkan dapat dijaga keharmonisannya…
lebih baik anda menyerang malaysia yang selalu mencuri budaya kita
kalau itu sy sangat mendukung anda….
bagi saya anda hanya anak kecil yang masih harus belajar tentang nasionalisme
sorry daeng
Miana Wolio berkata
Saudara Anshar
Dari cara anda menulis kentara sekali kalo betapa piciknya cara anda berpikir….
Anda hanya mengagungkan pikiran2 picik dan kolot……
Mata dan hati anda tertutup tidak melihat merasakan bagaimana etnis2 di sulawesi dapat tumbuh dan berkembang secara bersama-sama….
Orang Sulawesi Tenggara adalah orang yang murah hati dan tidak egois serta picik sehingga orang2 dari sulsel dikasih kesempatan untuk dapat hidup dan beranak pinak di jazirah sulawesi tenggara….
Karena kalo tidak begitu orang2 itu akan menjadi pengemis di negeri sendiri…..
sorry daeng..!!!!
orangbuton berkata
Yth.Saudara Anshar
Sebagai Informasi ayahanda dari Sultan Hasanuddin Ayam Jantan Dari Timur yang bernama Karaeng Tipanusule makamnya ada di dalam Benteng Keraton Buton.
Terima Kasih Daeng
jaya berkata
pertama mungkin untuk saudara Anshar…..
jangan terlalu picik untuk mengatakan seperti itu, kita kan dari kalangan intelek tentunya semua harus berangkat dari fakta ilmiah tentang itu memangnya apa yang anda katakan itu berasal dari sebuah epistemologi yang kukuh dari anda sendiri atau anda hanya melakukan sebuah ejakulasi otoritas, perlu mungkin kita mempelajari apa itu nasionalisme sehingga negara ini bisa di deklarasikan pada 1908 walaupun 1945 baru merdeka, itu semua berasal dari daerah yang bersatu untuk itu kalau memang hanya ada satu yang kuat kenapa tidak buat negara sendiri mampukah anda saudaraku Anshar?
saya juga orang buton tapi belum sempat tanya2 banyak mengenai pembagian daerah2 pemerintahan masa kesultanan dulu kalau bisa diposting juga ya….
Terima kAsih sebelumnya….
Ridwan Lasabuda berkata
Assalamualaikum, wr.wb..
saya berasal dari daerah Bolaang Mongondow,Propinsi Sulawesi Utara..daerah ini adalah daerah eks.swapraja (dibubarkan Tahun 1950), masyarakatnya mayoritas beragama Islam…sekarang telah dimekarkan menjadi 4 Kabupaten (Bolmong, Bolmong Utara, Bolmong Selatan, Bolmong Timur) dan 1 Kota (Kota Kotamobagu)
Rencana ke depan, daerah ini dipersiapkan menjadi “Propinsi Bolaang Mongondow”, berpisah dari Sulawesi Utara..
Didaerah saya ini,banyak orang yang bermarga dari La…seperti Lasabuda, Lasena, Lasambu, Latamu, Lapadengan…apa ini ada hubungannya dengan masyarakat Buton (atau Sultra)..?
Dalam struktur kerajaan Bolaang Mongondow (Bolmong) ada jabatan “Sadaha Tompunuon” (Perdana Menteri, Ketua Dewan Musyawarah Rakyat)…..apakah istilah SADAHA,..berasal dari Buton (Sultra),.mengingat nama seorang Sultan Buton ke 16 adalah “Sultan La Sadaha” (1702-1709 M)……
Terima kasih atas tanggapannya…
Jaya Buton…Jaya Indonesia…!
Wassalam
Ridwan Lasabuda
Miana Bure berkata
Yth. Saudaraku R.Lasabuda di Bolmong
Orang Buton adalah hasil akulturasi dari berbagai kebudayaan2 besar di Nusantara. Dalam darah orang Buton mengalir darah dari berbagai kebudayaan besar tersebut. Kebudayaan Buton hasil hubungan yang dinanmis dengan kebudayaan kebudayaan tersebut. Bisa jadi orang2 besar di Bolmong yang anda sebut itu adalah dari buton atau bahkan bisa jadi juga orang2 besar yang ada di Buton adalh keturunan dari Bolmong. Yang pasti orang2 Buton dan Bolmong adalah orang-orang yang mempunyai paham ke-Islaman yang sangat kuat serta tahan dan kokh dari pengaruh dan godaan de-Islamisasi.
Alex berkata
buat pengelola orang buton :
Kubur raja gowa ke-13 yg ada di dekat lawana lanto di benteng buton sana bukan ayahanda dari Sri Sultan Hasanuddin, karena kubur beliau itu ada didalam Ko’bang (Makam) Syech Yusuf.
Karaeng Tunipasulu raja Gowa ke-13 itu adalah kakak dari Sultan Alaudin, kalau di Gowa beliau bergelar pula sebagai “tumenanga ri-butung”
Beliau ini masih remaja turun dari tahta dan menuju daerah sulawesi tengah, memeluk Islam disana kemudian setelah beliau Islam baru menuju Buton, beliau lebih lama menetap di daerah Utara namun beliau mangkat di Selatan dan dikuburlah disana.
Satu yang pasti dari pemakaman beliau disana menunjukkan bahwa hubungan anatara Buton dan Gowa tidaklah sejelek seperti yang sdr. Anshar kemukakan diatas. Karena masih ada beberapa Raja Gowa yang makamnya di Pulau Buton, salah satunya adalah Raja Gowa ke-34 (yang terakhir diangkat adat) I Makulau Karaengta Lembang Parang Somba ri Gowa bergelar Sultan Husain makam beliau ada di Buton Utara.
Gowa itu sebenarnya bukan kerajaan, tetapi ke maharajaan, kalau sdr/i kurang yakin, silahkan lihat salah satu buktinya terbaca dalam perjanjian Bongaya, pada zaman Sultan Hasanuddin karena sebagian besar isi pasal2nya adalah pemaksaan Belanda terhadap Gowa untuk melepas daerah Jajahannya, hampir seluruh Nusantara, termasuk Buton. Cuma hubungan ini jangan di- dikotomikan, karena Gowa bukan menaklukan semua daerah jajahannya bukan dengan jalan kekerasan dan dalam berhubungan dengan daerah2 taklukannya bukan seperti jajahan yang dimaksud oleh negara2 Eropa maupun Jepang, yang Gowa bangun adalah hubungan harmonis dan tidak memaksakan, cuman sayangnya sejarah yang ditulis seperti men-dikotomikan hubungan itu.
Contoh, sebenarnya hubungan antara Sultan Hasanuddin dengan Aru Palaka, tidak seperti yang digambarkan oleh sejarah.
Jadi, ada juga benarnya Anshar marah2, walaupun tidak tepat marahnya, karena sebenarnya ada 3 kemaharajaan (imperium) yang pernah ada di Indonesia;
1. Imperium Sriwijaya
2. Imperium Majapahit/Mataram
3. Imperium Gowa
Cuman kembali lagi–dan lagi-lagi, sejarah hanya menceritakan hebatnya Majapahit sedang 2 imperium yang lain kurang ditonjolkan teruatama Imperium Gowa dikerdilkan, pada hal daerah kekuasaannya disebelah barat dengan Aceh ke utara sampaidi Moro, keselatan sampai Australia Utara dan ke timur berbatasan dengan Papua NewGini.
Atau begini, kalau ada yg mau diskusi nanti kita buka forum, karena leluhur saya berasal dari Sultan Buton, Raja BOne dan Raja Gowa. Smoga saya bisa menampilkan gambaran secara sembang.
Salah satu hal yang ingin saya luruskan dan sangat menggangu saya sebagai salah seorang keturunan beliau adalah nama asli Sultan HImayatudin, bukan Lakarambau, tetapi Karaeng Bau, karena beliau adalah bangsawan Gowa. Sejarah Buton mengemukakan soal asal usul Sultan Himayatudin secara sepintas.
Ibu saya dari beliau, dan Bontono Kancua-ncua, sedang Bapak saya dari Sultan Dayanu Ikhsanuddin dari Ayahnya, dan Raja Gowa ke-34, I Makulau dari pihak ibunya atau kakek langsung ayah saya, dimana Ibu dari I Makulau ini adalah putri Raja Bone.
Sekali lagi saya siap lewat forum ini untuk diskusi mengenai hubungan antara kesultanan Buton dan kerajaan/kesultanan Gowa, kalau ada yang berkehendak. Saya belum siap untuk diskusi secara langsung, karena belum waktunya.
Kalau ada yang mau berdiskusi tentang hubungan antara
Kalau ada
orangbuton berkata
yth. Saudara Alex
Argumen saudara tentang Imperium Gowa yang ramah itu mungkin saja logis dengan segala tendensinya. Tapi mungkin kita juga harus memperhatikan “Kabanti Ajonga Yinda Amalusa” karya Kenepulu seorang ulama besar di Kesultanan Buton. Dalam kabantinya tersebut beliau menggambarkan kerisauan yang Kesultanan Buton terhadap gangguan yang datang dari Ternate pada musim timur dan gangguan yang datang Gowa pada musim Barat. mungkin catatan2 seperti ini dapat kita jadikan referensi kita.
orangbuton berkata
Sebgai tambahan makam Syech Yusuf juga ada Cape Town Afrika Selatan dan P.Ceylon (Srilangka)
syaiful berkata
ngatange… klaw bking sejarah tu yang batul jang popoyente okey…..????????????????????????????????/
Alex berkata
Orang Buton YTH,
Saya ingin bertanya : seandainya Buton dan Gowa seperti yg digambarkan dalam Kabanti tersebut,
1. apa pendapat Saudara dengan adanya makam Raja Gowa Ke-13 di Keraton Buton ?
2. Mengapa Sultan Himayatudin, Karaeng Bau ( bukan La Karambau, seperti yg sejarah Buton Tulis selama ini) bisa menjadi sultan di Buton (konon kabarnya bahkan 2 kali ?) Kalau beliau Kinipulu mensinyalir adanya ancaman dari Gowa dan Ternate, mengapa dua fakta dalam bentuk pertanyaan diatas terjadi ?
Kalau Gowa menjadi ancaman, bagaimana mungkin Sultan dan Pemebesar Buton bisa memberi tempat (makam) yang baik (depan lawana lanto (kalau tidak salah) bagi raja gowa ke 13, dan Karaeng Bau bisa jadi Sultan di Buton ?
Kalau Baak membaca buku Darul Adat Fiy Buthuni jilid 1,2 dan 3, terlihat disitu bahwa Pembesar Buton mengetahui persis bahwa Sultan Himayatudin berasal dari Gowa terbukti ketika beliau hendak kawin dengan putri Sultan Langkariri, Sultan Langkariri tidak ingin bicara dengan anak kecil, maka datanglah utusan pinangan dari Gowa. Tapi anehnya dalam buku itu, yg datang justri La Umati, mantan Sultan Buton juga.
Yth, orang buton, sebenarnya kalau melihat situasi dalam buku tersebut, banyak sultan buton berhubungan langsung dengan kerajaan Gowa.
Satu hal yang pasti dalam sejarah bahwa Kerajaan Kulisusu tidak pernah di serang oleh Gowa, bahkan kekalahan Karang Bonto Maranu karena Karaeng Ma’ga terlalu lama di Kulisusu, sehingga Perang tahun 1850′an tsb, Kerajaan Gowa kalah dari Belanda, bukan kalah dari Buton.
Ada beberapa fakta sebenarnya, cuman tidak baik dikemukakan pada forum seperti ini.
Apakah bapak ketahui, mengapa waktu lahirnya propinsi Sulawesi Tenggara 1964, sebelum itu tahun 1950′an akhir dilakukan rapat pembagian wilayah,………bahwa Kulisusu masuk ke Kabupaten Muna saat itu, bukan karena alasan yang ditampilkan selama ini.
Skali lagi gak enak crita di media seperti ini, tapi saya harap orang buton (orang buton dalam arti general) saat ini mudah2an tidak sama dengan orang buton pada tahun 1950′an itu.
Saya rasa sudah berbeda karena tahun 1990, waktu pemugaran makam Laelangi di Keraton Wolio (walaupun saya yaqin bukan makam beliau yang sebenarnya)rumpun keluarga saya dalam hal ini keturunan beliau dari buton utara sudah diundang untuk memberikan sumbangan.
Orang Buton, sampaikan terima kasih saya pada turunan beliau yang diselatan, tetapi yang ingin saya sampaikan bahwa makam beliau bukan disitu, tetapi kami hanya menganggap bahwa itu adalah penghargaan saja buat beliau.
Kalau boleh saya berpesan pada anda, waspadalah di bau-bau situ, karena banyak orang luar disitu, mengaku lebih “buton” dibanding orang buton asli.
Dan ini berhubungan dengan pertanyaan diatas, mengapa kerajaan Gowa tidak pernah menyerang Kulisusu atau Buton Utara sekarang ini.
Trima kasih gaya bahasa Bapak yang khas buton “Gowa yang ramah dalam menjajah” enak banget sindiran-nya.
Soal falsafah “poromu iynda saangu. pogaa iynda ko-olota” tolong jangan dikerdilkan
karena iya menyangkut masalah dunia dan akhirat.
Orang Buton biasanya hanya mengedepankan falsafah yang menguntungkan bagi dirinya saat tersebut.
Alex berkata
Sebagai tambahan bahwa masalah siapa Sjech Yusuf saya sudah baca lontara lengkap tentang riwayat hidup beliau, dan anda percaya atau tidak, beliau sering memberi saya wejangan dan sy tau persis wajah dan postur beliau karena beliau pernah menampakkan diri secara langsung pada saya. Soal makam, beliau mengapa sampai ada 4 saya juga tahu cerita detilnya.
Alex berkata
Saya harap Kinipulu bisa mempertanggungjawabkan dialam barzah akibat dari kabanti yang dia buat. Dan kepada yang membaca kabanthi tersebut tolong jangan melakukan generalisasi hubungan Buton dengan Gowa dan Ternate, karena jika itu terjadi, kasian Kinipulu dialam sana. Bisa jadi Kinipulu membuat kabhanti tsb ketika saat membuat kabhanti hubungan antara Buton dengan Gowa dan ternate sedang jelek, dan itu sah-sah saja dalam perjalanan hidup suatu kelompok manusia, tetapi meng-generalisasi hubungan pada satu periode menjadi seluruh periode, harus dipertimbangkan azas manfaat-mudharatnya.
Saya orang buton memahami apa yang saya maksud
Saya ingin sampaikan pada anda bahwa dengan menggunakan identitas “orang buton” seakan-akan hanya anda yang orang buton, kalau boleh saya tau, silsilah ke-buton-an anda ?
Kita jadi risih nih membacanya
orangbuton berkata
Yth.Saudara Alex
Diakui dalam banyak hal mengenai ke-Buton-an kita sepakat, Tapi dalam berbagai hal pula mungkin masih menjadi debatable.
Diawal semoga kita dapat sepakat bahwa budaya Buton merupakan hasil akulturasi dari budaya-budaya besar Nusantara atau bahkan dunia, yang di tanah Buton kemudian diberi napas kehidupan Islam yang sangat kental. Dari fakta ini maka kebudayaan Buton menjadi sebuah kebudayaan yang terbuka terhadap pengaruh baik yang datang dari luar. Dalam catatan sejarah kemudian tanah Buton di sebut dalam Buku Negara Kertagama karya Mpu Tantular, Wakaakaa pendatang yang kemudian diberi mandat untuk memegang tampuk kepemimpinan di negeri ini. Demikian juga dengan Dungku Cangia dan Mia Patamiana yang kemudian dalam sejarah tercatat sebagai pioneer yang membangun budaya Buton.
Mengenai adanya hubungan erat antara Buton dengan Goa dengan bukti catatan sejarah dan situs peninggalannya. Menurut pemahaman kami itu adalah fakta sejarah pula, dengan catatan bahwa hubungan tersebut ada eskalasinya pula sesuai dengan kepentingan masing-masing pihak dalam suatu kurun waktu. Demikian pula eskalasinya dalam hubungan Buton dengan Ternate dan Belanda.
itep
Mengenai falsafah “poromu iynda saangu. pogaa iynda ko-olota” menurut hemat kami dapat diterapkan dalam hubungan hamba dengan penciptanya, rakyat dengan pemerintahnya, bawahan dengan pemimpinya bahkan anak dengan orang tuanya.
Mengenai penggunaan identitas “Orang Buton” itu adalah ungkapan kebanggan kamai akan ke-Buton-an kami. Menurut hemat kami identitas ini dapat gunakan oleh siapa saja memiliki rasa ke-Buton-an.
Adapun Mengenai silsilah, dari informasi yang kami dapat dari orang tua kami dalam nadi mereka mengalir darah Walaka, Tanayilandu, Kumbewaha dan Tapi-Tapi. Detailnya mungkin dapat kita bahas ketika kita bertemu muka dalam suatu kesempatan.
rusman bahar berkata
kepada saudaraku alex.
Saya minta maaf jikalau ucapanku kemungkinan salah dimata orang yang tidak mengerti sejarah buton.
Saya tidak sependapat dengan argumenmu tentang la karambau adalah karaeng bau berasal dari gowa. Itu adalah hal yang tidak masuk akal.
Anda tidak memahami hukum adat perkawinan buton yang berdasar atas golongan walaka dengan walaka dan kaomu. Golongan tersebut mengalir darah tanailandu kombewaha dan tapi2. Sultan di pilih berdasarkan ke-3 aliran darah tersebut.
jadi bagaimana mungkin orang gowa bisa jadi sultan di buton?
Perlu di ingat perjanjian bongaya 1667 sangat merugikan gowa walaupun sebenarnya juga merugikan buton, salah satu pasalnya dilarangnya gowa untuk membangun sebuah bangsa, kompeni juga memonopoli perdagangan dan menghapus bea pajak impor dan ekspor yg jg berlaku di semua persekutuan yang di buat kompeni termasuk buton. La karambau Menentang itu.
Satu hal lagi yang perlu anda pahami istilah “karaeng” disematkan karna orang tersebut sakti ato mempunyai jasa yang besar juga berupa gelar kepada raja atau keturunannya setelah mendapatkan posisi. Sangat jauh dari la karambau yang itu merupakan nama kecil sebelum jadi sultan. Jika logikanya di balik, perlawanan la karambau terhadap kompeni pastilah didukung rakyat gowa yang sudah banyak sengsara. Namanya menggema di seantero sulawesi hingga la karambau mendapat gelar dari rakyat gowa sebagai ”karaeng bau” yang saudara alex bangga-banggakan..
hamid berkata
Alhamdulillah dgn rahmat ALLAH SWT saya bisa menulis komentar ini.
jayalah sll tanah pusaka buton, untuk saudara alex tidak kah km tau bahwa salah satu ratu yg paling diagungkan di eropa… asalnya dari tanah buton… tak lain dan tak bukan ratu wa helmina.
saudara alex kekotoran mulut lewat kata2 yg km tulis akan engkau pertanggung jawabkan.mungkin setelah aQ menulis ini waliallah yg kita kenal “LA ODE WUNA” jg mengetahui.kenalilah dirimu alex sebelum engkau mengenali orang lain… pd saat bumi dan langit diciptakan oleh ALLAH SWT, munculah di dataran bumi ini pertama kali adalah tanah buton. dan satu lagi alex jangan engkau lupa dgn tanah para wali “BANDA NAIRA” … aQ orang buton asli yg berdim dan lahir di MALUKU.. tp saya tau sdikit dgn sjrh tanah buton dan lainnya.. klu ada ksmptn datnglah di maluku dan saya akan ajari ttng sjrh dunia.
wasalam….
zoel berkata
sebenarnya apa yang dikatakan bang alex itu semuanya salah nyatanya kita lihat karakternya ansar itu udah menggambarkan karakter orang makasar doloe..dulu2nya egoisnya tinggi,udah jago sedikit sudah sombong, sifat serakahnya ngga ada 2nya lagi dan bukti sejarah mengatakan telah terjadinya invasi besar2an yang dilakukan sultan hassanuddin terhadap kesultanan buton hahahha…jadi kesimpulannya kerajaan/kesultanan di buton beda dengan kesultanan lainny… yang berhak duduk menjadi sultan buton adalah turunan dari nabi muhammad saw…sesuai dengan al’quran dan al’hadist : allah swt menciptakan dunia ini karna nabi muhammad saw…orang yang mengeti akan tuhan dan nabinya hanya orang buton.. dimana lambang (La) yang biasa digunakan oleh kaum laki2(la ilahah illah) dan lambang (Wa)yang biasah digunakan oleh kaum wanita (wa ashadu ana muhammad darasullah).kalo dipasangkan pada alex maka jadinya La alex pasti si alex minder atau mungkin malu…tapi kalau dipasangkan pada orang buton.orang buton bangga karna mempercayai allah swt adalah tuhanku dan nabi muhammad adalah rasulku…jadi syech yusuf tidak ada apanya kalo dia jago kenapa makasar tidak kuasai kesultanan buton…ilmu nya syech yusuf masih dibawah kaki nya org buton doloe…nyatanya kemarin keluar di tv swasta dindonesia.bahwa syech yusuf mondok ke Bantenn jawa barat belajar debus…dan sumpah orang buton tidak akan memperluas wilayah buton ….tidak akan memberikan setapak kakinya para penjajah ditanah buton apabila ingin merebut atau meng invasi buton…itu yang saya ingat…ingat bang la alex yang turun menjadi panglima perang buton adalah seorang HABIB keturunan nabi muhammad saw…yang melawan makasar dan ternate Allahu akbar..jangan cerita nyali,diambon pada waktu konflik agama orang makasar,bugis lari tunggang langgang tapi orang buton tidak akan lari dari kebenaran didirikany posko (WOLIO)tepatnya di pelabuhan Yos sudarso…allahu akbar… itu menunujukan anak cucunya Wa KAA KAA dan Sultan MURHUM bukan seaorang penakut….
Awaludin berkata
Yth,
Waerumpa
apakah ada data,sebagai perbandingan bagi saya sebab menurut cerita orang tua saya, bahwa kami mempunyai kakek buyut yang nama dan gelar julukannya seperti yang Waerumpa maksudkan.
lauwi berkata
kepada suadaraku semua diatas.
janganlah terlalu mengagungkan kesukuan. karena dalam sejarah masing2 daerah terlalu menonjolkan ke-AKU-an. apabila sudah baca buku Darul Adat Fiy Buthuni wal Munajat, maka sodara2 akan melihat sebenarnya raja buton, raja muna, raja konawe, raja luwu, raja bone dan raja gowa dari mana asalnya. dan satu lagi misalnya dalam buku sejarah dikatakan bahwa islam pertama di sulawesi adalah di daerah sulsel oleh Dato Ri Bandang tahun 1603. padahal dalam lontara Selayar dikatakan bahwa Dato Ri Bandang sebelumnya berlayar dari Buton kembali menuju Minangkabau, terlebih dahulu singgah di Selayar dan mengislamkan raja Selayar yang selanjutnya Raja Luwu, Raja Bone dan terakhir raja Gowa. tetapi sejarah ini malah tidak dipublikasikan seperti sejarah yang sering kita baca. terus lagi kalo masalah Ekspansi Gowa. karena yang saya tahu. kerajaan2 besar di Indonesia bagian Timur itu ada 3, Kerajaan Ternate yang ekspansi ke arah barat, Tidore yang ekspansi ke arah timur, dan Gowa yang ekspansi dari arah Selatan yang kemudian ke arah utara dan terakhir kembali ke arah barat. Sehingga Buton yang berada ditengah2 menjadi rebutan ke2 kerajaan tersebut. Tetapi satu pertanyaan sebenarnya apabila memang benar seperti alasan yang sdh ada bahwa kerajaan Gowa mengekspansi daerah lain untuk menyebarkan agama islam, tetapi kenapa yang diserang itu malah daerah yang sudah terlebih dahulu islam dari meraka seperti Kesultanan Alor yang berlindung (mencari suaka di Buton) dan Arung Palakka raja Bone. Terus lagi yang menjadi bahan pertimbangan kenapa Buton justru kerjasama dengan Belanda untuk menghadapi agresi Gowa dan Ternate (padahal banyak referensi yang mengatakan bahwa Islam Buton itu dari Ternate) walaupun tidak bisa dipungkiri kalo di Buton sendiri yang terlebih dahulu Islam itu di daerah Kulisusu (di Ternate ada nama daerah Kulisusu yang bahasanya masih sama dgn Kulisusu yg ada di Buton Utara dan mereka mengatakan asalnya dari Buton).
Terus lagi yang menjadi bahan pertimbangan dalam sejarah buton ada yang namanya Kapitalo Matanayeo (Sangia Wambulu) yang bertugas untuk pesiar ke arah timur dan lebih terkenal dgn ya Juma yi Tanarate (mendirikan perkampungan di bacan yang bernama Labuha) dan satunya Kapitalao Sukanayeo (La Kabaura) yang bertugas pesiar di daerah Barat. di dalam buku sejarah yang ditulis oleh Laode Manarfah, bahwa La Kabaura di Bone namanya (Arung Bau atau Kareang Bau) yang menikah dgn putri raja Bone, anaknya bernama Syahbandara yang kemudian beranakkan Arung Palakka (di Buton lebih dikenal dgn nama La Toondu yg artinya ditenggelamkan). Terus untuk sultan ke 20 La Karambau, kebetulan saya juga termasuk keturunannya. tapi saya tidak perna mendapatkan cerita bahwa dia dari Gowa, yang ada dia dari bangsawan Tanailandu.
Te Mia berkata
Yth. Saudara La Uwi
Bolehkah saya tahu, letak persis penutur bahasa Kulisusu yang ada di Ternate? Saya pernah tinggal di Ubo-Ubo dan Bastiong dan pernah mengelilingi pulau Ternate tp tidak pernah mendengar ada penutur bahasa kulisusu yang mendiami satu kampung. Atau mungkin saya yang kurang tahu.
alex berkata
Saudara-saudara yth,
Kalau referensi anda hanya sejarah tanah air bikinan Jawa dan tutur kata di buton adalah sangat naif…bicara disini.
Untuk sdr Hamid….terlihat sekali ketidak tahuan sdr ttg sejarah buton kalau mengatakan buton adalah tanah tertua….karena semua orang buton tau persis bahkan dituangkan dalam bentuk lagu….bahwa tanah wolio liwuto baau…burasa tongka awalina…apakah sdr hamid tau…siapa hamba Allah yg memohon kepada Allah agar buih ditangan beliau menjadi tanah pertama ditangannya ?
Sdr Rusman Bahar, apa hubungan anda dengan Sultan Himayatudin ? apa yang sdr tau tentang beliau ? saya masih garis keturunan ke-5 dari beliau…karena beliau kakek buyutnya Daida (kakek) saya. Bahkan saya tahu persis siapa nama kecil beliau dan siapa sepupu beliau di makassar. Tentang siapa nama kecil beliau….anda tidak pantas mengetahuinya.
Sejarah peperangan yang anda baca…pengarangnya membuatnya sesuai orderan penguasa saat itu.
Sdr Hamid…laode Wuna yg mana yg anda maksud ? yang separuh ular itu atau laode wuna yang lain ? anda mengatakan mulut saya kotor ? andalah yg akan mempertanggungjawabkannya pada saya…dialam ini atau kita ketemu dialam barzah…ingat itu ?
Waliullah yang mana yang saya hina ? kalau yang anda maksud yang membuat kabanthi itu…..saya memang akan meminta penjelasannnya….didunia ini atau di alam barzach….kalau beliau mau diskusi…..sampaikan pada beliau…atau saya yang panggil beliau itu………..supaya anda tau siapa dibelakang saya.
Hamid….lebih gila lagi kalau kamu mengatakan tanah buton yang pertama Allah ciptakan ? orang buta huruf saja tau…bahkan selalu dinyanyikan semua orang buton…bahwa tanah wolio liwuto baauu ? Apa dasar anda mengatakan buton tanah pertama ?
Sdr. Orang Buton, penjelasan anda ttg poromu iynda saangu pogaa iynda ko-olota….ada benarnya tetapi kurang tepat….dan istilah ini sebenarnya sudah dilontarkan oleh Sahabat Nabi….jadi Sultan Buton mendapatkannya dari guru beliau dari luar buton. Tapi paling tidak, andalah yang lebih rasional dibanding penanggap saya yang lain….mungkin kita masih bisa diskusi suatu waktu….kalau yang lain……..percuma diskusi dengan mereka…..cukup ditanggapi di fotum umum seperti ini.
Zoel…..dasar apa anda menghina syech Yusuf ? dijaman beliau…tidak ada laki-laki ditanah buton….sampaikan pada leluhurmu zoel…
Literatur mana pula yg kamu baca bahwa sultan buton harus turunan Nabi Muhammad ? ha ha ha logika macam apa yang kamu punya ? Jangan terlalu membanggakan sesuatu yg tidak sepantasnya zoel…
Untuk sdr La uwi, mungkin anda perlu belajar lebih berhati-hati, karena di buton itu banyak pendatang…dan kemudian mereeka lebih merasa buton dari orang buton asli. Kedatangan mia patamiana, sebenarnya sudah ada beberapa kampung di buton saat itu. Kalau anda membaca bagaimana ketika ke-empat orang tersebut sampai berkelahi dengan orang asli (dari Kamaru) anda akan tahu bahwa mia patamiana ini bukan orang2 pertama.
Tentang anda turunan La Karambau…dan menurut beliau sendiri…nama itu sengaja dibuat seperti itu…untuk penyamaran…..nanti kalau anda mau mengenal beliau lebih banyak..saya berikan referensi ceritanya.
Pada dasarnya….mereka2 yang komentar tajam tentang penjelasan saya, saya sudah tau anda dari mana sebenarnya……..
Silahkan berkoar-koar disini……..karena orang seperti kalianlah yang dahulu memang diperangi ….karena kalian hanya punya kebanggaan semu tentang Buton….dan itu wajar….sesuai dengan apa hubungan leluhur kalian dengan buton itu sendiri.
Kepada pengelola ruang ini……..waspadalah dalam mengelola ruang ini……coba2lah “tembus” ke leluhur-leluhur buton yang benar……jangan asal leluhur saja. Jangan terlalu meng “adore” mereka …karena kasihan buat mereka dialam barzach. Banyak upaya2 memecah belah didalam…oleh mereka yang mengaku diri buton. Karena ciri2 penghianat buton…..adalah mereka yang terlalu “berlebihan” merasa diri orang buton.
Sejarah yang benar akan muncul tidak lama lagi……tapi…sepertinya akan “chaos” dulu……baru tenang.
Coba dudukkan sejarah…..sebagaimana sejarah ingin didudukkan…..dan bukan dibenarkan karena terlalu banyak mengutip Ayat Al-Quran….karena Iblis jauh lebih paham soal ke-Esa-an Allah dibanding kita. Demikian juga pengikutnya….hanya teriak soal Islam…..tapi jaminan “Syahid” ataukah ….berani ……bukan kita yang membenarkan dan mengumumkannya…..dia ada di…….hati….bukan dimulut……….
alex berkata
Pak Rusman,
Apa dasar anda berpolemik tentang Sultan HImayatuddin ? Saya juga mau tanya : apakah ada referensi yang menolak atau tidak menerima kenyataan bahwa beliau bukan bangsawan Gowa ?
Jawab dulu pertanyaan tersebut….jangan sampai polemik yang anda kemukakan hanya emosional belaka ?
Tolong tanya ke orang tua di keraton Buton tentang siapa beliau…siapa tahu saya yang benar bung.
Masalahnya…..terlepas dari referensi……….beliau itu…kakeknya kakek saya bung……..saya hargai semangat anda….tapi kalau hanya semangat apa lagi kalau emosional doang susah mengungkapkan tentang suatu “KEBENARAN” bung
Anda tidak mengenal saya…langsung mencaci maki saya…..hati-hati bung….saya tidak bermaksud berpihak kepada Buton atau Gowa…..seperti yang si Anshar…kemukakan…tapi mari kita dudukkansejarah sesuai fakta.
Bung…Majapahit sendiri sejak awal berdirinya sudah salah….karena melalui makar.
Mengapa orang-orang Buton terlalu berkiblat kesana dalam hal sejarah ? Apa karena faktor Raja Tua Rade ? saya pikir beliaupun akan faham soal sejarah yang berat sebelah ini.
Coba logika anda…Majapahit sudah hancur pada abad 13….mengapa hanya majapahit atau mataram saja yang mewarnai sejarah negeri ini ? sekali lagi coba gunakan akan sehat anda….dan mari kita merenung…….
Sebagai oreang Buton….jangan over self estimated….sampai harus muncul ungkapan dari yang lain…bahwa sultan buton harus dari garis keturunan Nabi Muhammad SAW ?
Kalau ini benar sebenarnya sangat menguntungkan diri saya juga….karena itu berarti saya juga garis keturunan Beliau….tapi mari kita realistis bung…..jangan sampai KITA SAJA YANG NGAKU2 KETURUNAN BELIAU ATAU BAHKAN PENGIKUT BELIAU…………tapi beliau sendiri tidak mengakui atau bahkan tidak mengenal kita ???
Sekali lagi…..buat yang lain…..kalau tidak jelas asal usul anda……jangan komentar terlalu pedas…karena percaya atau tidak…..anda akan menanggung resikonya.
Tentang peng-ulama-an seseorang leluhur di Buton….itu sah bagi anda ….tetapi belum tentu sah bagi yang lain.
Saya sependapat dengan “orangbuton” yang menyatakan bahwa orang buton itu secara kultural merupakan hasil proses akulturasi….betul itu bung….bagi anda yang di-selatan.
Selama ini baru kalian yang selalu menyuarakan tentang Buton, tetapi Buton Timur, WAKATOBI, Bombana dan Buton Utara, belum bersuara bung.
Janganlah bersuara lantang disini, sampai ada yang mengatakan mulut saya kotor………he he he….saya terima itu…walaupun hal tersebut sangat bertentangan dengan profesi saya yang membersihkan mulut manusia….dan mendidik orang2 yang membersihkan manusia…..selangkah lagi….kalau Allah menghendaki…saya akan guru besar dibidang itu bung.
Sejarah buton sebaiknya direvisi….sama dengan pengakuan seorang arkeolog di TV tatkala penemuan harta karun yang dikelola oleh Kementrian kelautan (Fadel Muhammad) sang arkeolog dalam wawancara “live” Mei 2010, sempat mengatakan bahwa sejarah masuknya Islam di Indonesia harus diubah…karena dalam pedang harta karun tersebut ditemukan tulisan Asmaul Husna dan kejadian tersebut abad 11.
Itu salah satu tanda yang Allah perlihatkan bahwa sejarah negeri ini banyak yang keliru. Dan itu tugas kita untuk mengubahnya.
Ada yang berkompeten berbicara soal ini, salah satunya La Niampe yang telah mempelajarinya hingga di negeri Belanda…coba tanya beliau.
Kapan waktu kita bisa ketemu dan diskusi secara baik2 tapi jangan ikutkan mereka yang telah berkomentar pedas terhadap tulisan saya….karena kalau ketemu….mungkin saya kasih mereka hadiah yang mereka tidak inginkan.
Mari kita merenung….dan jangan ikutkan “wali” yang belum tentu ke ‘wali’an mereka.
Kubur Murhum…hanya baik untuk kepentingan pariwisata….tapi untuk beliau sendiri….mengisyaratkan…adanya masalah pada beliau…..
Mengapa ? karena apa2 yang tidak sama dengan Sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, pasti bukan sesuatu yang baik ….ada lagi yang marah dengan pernyataan saya ?
Sebelum komentar pakai otakmu…..Kubur Nabi Muhammad SAW..tidak berdiri bung….artinya itu tidak sesuai dengan beliau….
Tugas kita sebenarnya untuk memperbaiki …………..?
orangbuton berkata
Yth. sdr Alex
kayaknya saya tidak sependapat dengan pandangan anda yang memecah-mecah Buton dalam primordial sempit…..
Dalam pandangan kami Buton adalah masih suatu entitas kebudayaan yang utuh….. Kecuali mungkin ada dalam pandangan sebagian orang di Wilayah Barata Wuna tempo dulu yang masih mempertanyakan keadaan ini…..
Kepemimpinan di Buton sejak zaman Kesultanan sampai dengan zaman orde baru dan era otonomi daerah ini masih mencerminkan representasi unsur2 kebudayaan Buton utuh tersebut.
Faktanya?
suatu masa Kabupaten Buton dipimpin oleh seorang seorang Bupati Kaomu Buton Berdarah Muna dengan Wakil Bupati seorang berdarah Buton Timur dengan Ibu berdarah Buton Utara serta Serta Sekda berdarah Buton Utara. dengan jajaran dibawahnya heterogen….
Suatu masa Kota Bau-Bau dipimpin oleh seorang Walikota Walaka dengan Wakil Walikota berdarah Loji dan Buton Timur.dengan jajaran dibawahnya yang heterogen pula.
Mohon maaf jika menurut pandangan kami ini adalah bentuk kebesaran jiwa orang “selatan” dalam ke-Buton-annya…
Peace….
nyong umar berkata
kepada saudara te mia:
kalo anda mencari tahu turunan kolisusu di ternate maka saya dapat menjelaskan kepada anda:
turunan kolisusu itu terdapat di kelurahan sango dan kelurahan toboleu kec.ternate utara. dengan pembuktian satu buah keramat yang masih kami pelihara pemiliknya atas nama lamidi dan moyang kami yang bernama warusa selain itu terdapat juga sebuah meriam (terdapat di toboleu)dan pedang (terdapat di sango)yang kami simpan sampai saat ini, mudah-mudahan ini kebenarannya.
nyong umar berkata
kepada saudara te mia:
kalo anda mencari tahu turunan kolisusu di ternate maka saya dapat menjelaskan kepada anda:
turunan kolisusu itu terdapat di kelurahan sango dan kelurahan toboleu kec.ternate utara. dengan pembuktian satu buah keramat yang masih kami pelihara pemiliknya atas nama lamidi dan moyang kami yang bernama warusa selain itu terdapat juga sebuah meriam (terdapat di toboleu)dan pedang (terdapat di sango)yang kami simpan sampai saat ini, dan dalam setiap acara ritual pengobatan dengan mengunakan bahasa kolisusu, serta pada tahun sebelumnya rumah moyang kami rumah panggung. mudah-mudahan ini kebenarannya.
luckystrike berkata
ada yang tau tidak, la dan wa yang digunakan pada nama orang buton pada umumnya berasal dari apa…..?
kalau memang diambil dari 2 kalimat syahadat mengapa pada saat dulu jauh sebelum ajaran islam masuk kebuton la dan wa telah digunakan,buktinya bisa kita lihat pada pemimpin kerajaan buton yang pertama..?
orangbuton berkata
@luckystrike : Saya juga masih mencari tahu kenapa dalam kosa kata bahasa di Buton “jari telunjuk” disebut dengan “Sahadha”…?
Darwin berkata
Assalamu alaikum wr.wb saudaraku semua yang saya hormati…sepantasnya kita tidak terlalu berlebihan menaggapi sejarah yang simpang siur, sehingga kesannya saat saya membaca blog ini..kecenderungan ego dan nafsu kita terlalu besar…padahal apakah yang dipandang oleh yang Maha Kuasa??? apakah perdebatan yang tidak ada habisnya tentang sejarah…yang kalau dibilang masih sangat abu2,kebenarannya????…
bukankah penulis sejarah juga manusia yang bisa saja, saat itu hanya melihat dari satu sisi????
sepantasnya kita sebagai generasi penerus, untuk menjaga khasanah budaya kita dan tidak saling memojokkan atau saling menghardik….
buat saudaraku ” Orang buton ” saya sangat menghargai blog ini diamana mengingatkan saya dengan tanah kelahiranku…BUMI BUTON ….
dan buat saudaraku “ALEX” Anda adalah orang yang luar biasa dan banyak sekali mengetahui sejarah tentang BUTON….
luckystrike berkata
@orangbuton
pernah tau tidak istilah jari telunjuk digunakan sejak kapan?apakah setelah islam masuk kebuton atau tidak?
@darwin
saya sepakat sama anda bahwasanya sejarah bukan untuk dibangga-banggakan tetapi untuk renungkan bersama,bahkan menurut saya kehidupan kita dibuton sekarang telah melenceng jauh dari apa yang telah diwariskan pendahulu-pendahulu kita. sbg contoh bolimo karo somanamo lipu sekarang hanya merupakan slogan belaka yang ada hanya bolimo lipu somanamo karo…..
kraton buton berkata
semua yang kalian perdebatkan sebenarnya tidak ada artinya sama sekali hanya sebatas lingkaran sarung sendiri. kita sebenarnya tidak perlu memilih karena sumbernya sama, sadarkah kalian dengan apa yang kalian perdebatkan yang hanya mengarah kefitnah katakanlah kita semua sama
Thangkurera berkata
Buat Saudaraq semua,
Aslm… Wb…
Menurut Sejarah yg saya baca dari Sumber yg saya yakini bahwa Toweke Alias Wa Kaa Kaa memiliki beberapa orang anak antara lain :
1. Bulawambona menjadi Raja Buton
2. Patola Sunda menjadi Raja Bone
3. Patola Kamba menjadi Raja Ternate
4. Wa Bitao menjadi Raja Gowa
dan masih ada anak-anaknya yang lain yg tidak penting untuk kita sebutkan namanya disini diantaranya ada yang menjadi Raja Bima, Raja Belanda, Raja Jepang.
Toweke alias Wa Kaa Kaa itu sendiri adalah berasal dari Kota Medinah
Nama Arabnya adalah Musyarifatul Izzati Al Fakry atau yang lebih di
kenal dengan Qurais Fakry dan ia juga masih termasuk keturunan Muhammad S.A.W.
Sebelum ke Buton ia Juga Pernah menjadi Sulthan Rum mengganti Umminya
(Saya bukan ahli sejarah, jadi tolong teman2 cari tau kebenarannya,
mengapa Orang Medinah Menjadi Sulthan Rum, karna setau saya Rum
adalah Rumawi. Apakah saat itu Rumawi dalam kekuasaan Islam).
Menurut Sejarahnya,
Buton atau Buthuni adalah berasal dari Segenggam Tanah dari Jabal Qubais
yang di Lemparkan oleh Rasulullah Kearah Timur Menenggarax Kota Madinah.
Bila teman-teman memahami Rahasia dari Dua Belas Pintu yang terdapat
pada Benteng Keraton Buton, dimana pada tiap Pintu adalah Merupakan
Pintu Masuknya Tiap-Tiap Raja dari Lain Negeri yang di antaranya
telah disebutkan di atas tadi, dimana mereka semua masih ada ikatan
hubungan darah & kekeluargaan.
Thangkurera berkata
Aslm.. Wr.. Wb..
Mohon Maaf Sebelumnya,
Saran saya bagi teman2,
Saya harap blok ini tidak menjadi media untuk membangkitkan
sifat ke Angkuhan, ke Akuan dsb.
Semestinya kita Bersyukur Bila Merasa Berasal dari Keturunan Orang2 yang
Mulia atau dari Suku Bangsa yang Beradab. Tetapi apakah Baik bila keyakinan itu harus kita Paksakan kepada orang lain ???.
Pada akhirnya, semua kebanggaan itu harus berhadapan
juga dengan sebuah pertanyaan sederhana,
“Siapakah Kita Sekarang…?.
siolimbona berkata
teman2 dari buton yang terhormat, baik yang setengah berdarah buton atau seluruhnya.
asalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu.
pertama2 perlu diluruskan beberapa hal. Pertama, sebagai orang beragama dan tau sebuah peradaban maka buton berasal dari kata arab yang sama artinya dengan Buthuny yang berarti perut. Saya setuju dengan saudara Alex bahwa poromu yindasangu dan poga nyinda kolota adalah
Kebanggaan buton bukan terletak pada dasar turunannya tapi pd tingkat kesolehannya di depan Allah “INI SEJALAN DENGAN SABDA NABI BAHWA TINGKAT KEIMANAN SESEORANG BUKAN KARENA TURUNANNNYA TAPI KARENA KETAKWAANNYA”.
Sebagai Info buat teman2 bahwa ada catatan kecil di jazirah sulawesi Bahwa turunan Rasullah pertama yang secara sah di akui oleh LEMBAGA PENGESAHAN TURUNAN RASULULLAH YANG BERPUSAT DI TEBET JAKARTA, telah menegaskan bahwa seorang bernama abdul wahid adalah garis turunan dari Al Aydrus datang ke buton pada abad ke 17 dari kepulauan solomon.
Syech abdul rahman yang dateng pd zaman langkariri juga adalah garis keturunan arab Al Aydrus dari Selayar (sulawesi Selatan), buat notes bahwa selayar dan kobaena telah dipertukarkan antara buton dan gowa.
kemudian catatan tentang Wakaka, masih sangat simpang siur sampai hari ini di buton. tapi catatan yang patut untuk dijadikan renungan bahwa Wakaaka ini adalah tidak sesuai pola pengangkatannya dengan hampir 99% seluruh pola2 monarki yang ada di nusantara. Patut untuk dijadikan renungan oleh semua yg meneliti sejarah MENGAPA ADA TIBA2 SEKUMPULAN ORG YANG SANGAT BIJAK (MIA PATAMIANA, berasal dari sumatera) MAU DENGAN SUKARELA MENGANGKAT SEORANG PEREMPUAN YANG ASAL USULNYA disembunyikan///DAN UNIKNYA LAGI diSETUJUI DAN DIAKUI OLEH RAJA TOBE-TOBE KALA ITU YG BERDARAH ASLI ORG CINA. sebagai catatan buat teman2 bahwa BUTON atau Buthuny yg saudara2 percakapkan adalah sebuah UNIFIKASI kerajaan2 yang ada di pulau Muna dan Buton, termasuk di dalamnya kerajaan tobe2, kerajaan muna, kerajaan kamaru. Unifikasi ini umumnya dilakukan melalui proses perkawinan.
SAYA TIDAK AKAN MENGUNGKAPKAN MENGAPA FAKTA ITU TERJADI, KARENA MASIH DITELITI SECARA DETIL DAN SAHIH.
TAPI PERLU UNTUK DICATAT, DALAM kitab negara KERTAGAMA, BUTON disebut secara tegas telah menggunakan dengan nama Buton, (orang makasar atau gowa menyebut buton dengan Butung. Dan bila kita kaji lebih detil maka dalam catatan negarakertagama tersebut maka satu-satunya tempat yang menggunakan literatur BERBAHASA ARAB adalah BUTON. (INI FAKTA YG SUDAH ADA)DAN PERLU DICATAT dan cukup menarik karena Buton ini telah dilahirkan jauh sebelum orang2 di nusantara menggunakan literatur arab untuk menamakan kerajaannya.
Kemudian saya mau luruskan sedikit tentang sultan buton yg jadi sultan Rum, (hal ini tidak benar, itu hanya pendapat para mistis islam yang ada di buton. Kenapa, Jarak antara RUm (turki dan buton lebih dari 10000 km) mustahil saat itu memimpin dua kesultanan dengan jarak seperti itu. MENGENAI VERSI ASLI DARI INI NANTI KITA DISKUSIKAN dalam mistisme aliran di tanah buton.
Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara Alex perlu untuk tidak memasukan mistisme dalam sebuah diskusi. misalnya mengaku ketemu dengan si fulan. Berdasarkan hukum islam yang kita yakini bersama bahwa org mati tidak dibangkitkan lagi oleh Allah. bila saudara bermimpi ketemu ini dan itu boleh2 saja tapi itu sangat-sangat subyektif tidak dapat dijadikan literatur. Karena satu-satunya referensi mimpi yang tegas adalah sabda rasulullah “barangsiapa bermimpi bertemu denganku maka sesungguhnya ia telah berjumpa denganku” selain dari itu kita sangsikan kebenarannya.
mengenai perdebatan La Karambau. Berdasarkan catatan resmi yang ada di keraton buton, yang kebetulan “buton juga punya sekretaris negara”, dan dalam catatan sejarah pada pertemuan sejarawan dunia yang dihadiri oleh 17 negara MENGAKUI BAHWA SATU-SATUNYA kerajaan di Nusantara yang memiliki catatan dan literatur terlengkap adalah KESULTANAN BUTON.
kEBETULAN LELUHUR SAYA ADALAH SATU SATU PEMEGANG SILSILAH KESULTANAN BUTON TERMASUK SEGALA RAHASIANYA…. maka di forum ini kita tidak perlu berdebat asal usul La Karambau (diberi gelar la karambau karena orangnya besar) JELAS BUKAN DARI GOWA tapi berdarah buton.
BIAR FORUM INI MENAMBAH LITERATUR, bahwa sampai hari ini pemerintahan kecil “sara kidi” yang dibentuk La Karambau masih eksis walaupun hanya dipegang secara tersembunyi dan jumlahnya semakin menciut.
Untuk rekan2 ketahui bahwa sifat orang buton tidak mau memperdebatkan yang sudah dianggap rahasia atau tabuh. INI ADALAH FAKTA KULTUR BUDAYA, dimana banyak hal yang oleh petinggi2 masa lampau sengaja dikaburkan agar tidak mengungkapkan fakta YANG PALING RAHASIA untuk diungkap.
MENGENAI BUTON DAN GOWA. Perlu diketahui bahwa SULTAN ALAUDIN pernah menaklukan buton dan keraton buton walau cuma 1 minggu. SAYA tidak akan mengungkapkan FAKTA SEJARAH YANG SAUDARA ALEX TIDAK TAU karena itu sangat2 tidak patut untuk didiskusikan diforum ini. dan bagi org2 buton perlu berhati2 mendiskusikan sejarah padahal saudara2 tidak tau betul pangkalnya.
Perlu diluruskan bahwa TIDAK PERNAH ADA NAMANYA IMPERIUM GOWA.
Saya setuju 100% dengan saudara alex yang mengatakan bahwa banyak orang buton yang mengaku tau buton padahal tidak tau. SEBAGAI TAMBAHAN BUAT KAWAN2 BAIK BERDARAH BUTON SEBAGIAN ATAU SELURUHNYA BAHWA…, APA2 YG DIPERDEBATKAN DIFORUM INI SEMUA NYA PUNYA CATATAN RESMI DI KERATON.
kebetulan leluhur saya juga adalah pemangku Sio limbona Bontona Gundu-gundu, juga bontona peropa, kebetulan juga saya berdarah Kumbewaha, tapi-tapi dan tanailandu. JADI SINGKAT KATA SAYA BERDARAH 100% BUTON.
YANG MENJADI BAHAN RENUNGAN KITA ORANG2 BUTON HARI INI ADAALAH BUKAN MEMBANGGAKAN SEJARAH MASA LAMPAU YANG OLEH GENERASI HARI INI SULIT UNTUK DICAPAI.
Saudara Anshar berkata bahwa buton lebih kecil dari makasar adalah fakta sejarah pada hari ini. Fakta bahwa hari ini ukuran fundamental daerah bukan pada kemampuan simbolik. tapi kemampuan dalam bidang ekonomi dengan tingkat pertumbuhannya. SECARA JUJUR, BUTON hari ini jelas jauh tertinggal dari sulawesi Selatan, disemua level kehidupan bernegara (kecuali dalam bidang pemahaman agama yang sesungguhnya).
Saudara alex juga patut didengar karena saya baca dari tulisannya dia masih bingung dengan berbagai info masa lampau yang “sengaja disimpang siurkan” oleh para petinggi buton untuk melindungi sebuah kepentingan yg besar dan tentunya untuk menghormati orang lain.
siolimbona berkata
telunjuk disebut sahadha…, adalah istilah syahadat yang telah disesuaikan dengan lidah orang buton menjadi sahadha. telunjuk disebut sahadha karena jari telunjuklah yang senantiasa bersahadhat.
buat teman2 ketahui bahwa bahasa buton yang kita kenal hari ini (bahasa wolio) merupakan rumpun bahasa dari sulawesi tengah. Dulu diperintahakan kepada haji paada untuk mencari bahasa hidup.
saya sangat senang bila kawan2 dari buton mau berdiskusi tentang berbagai hal untuk kemajuan dan tidak terlalu memperdebatkan masa lampau.
perlu catatan buat alex bahwa seluruh sejarawan dunia sepakat bahwa literatur masa lampau tidak pernah berbohong. jadi apa yang ditulis oleh kenepulu adalah benar tidak dikarang. Cuma orang buton itu harusnya memiliki Sifat La Ode. saya perlu tegaskan kenapa bangsawan buton tidak bernama karaeng atau andi.
LA Ode terbentuk dari dua kata dari filologi huruf arab. La adalah singkatan kata Laillaha Illallah (jadi La bukan penggalan tapi simbolik dari Lailallaha Ilallah) dengankan ODE adalah berarti bangsawan yang ditemukan dalam literatur bahasa arab yang tua. La Ode artinya adalah orang yang mulia atau terpuji di Depan Allah. Berangkat dari kata ini maka hendaknya laah para bangsawan buton (anak-anakku) menjaga lidah, dan semua indera. Karena awalnya La Ode itu tidak diberikan kepada anak turunan HANYA DIBERIKAN KEPADA SULTAN TERPILIH. Kemudian terjadi perubahan policy oleh siolimbona (sebelumnya 8 orang, kemudian untuk mempermudah voting ditambah 1 orang lagi jadi 9/sio). Keputusan untuk memberikan nama La Ode untuk anak turunan bangsawan buton adalah UNTUK MELAKUKAN INDENTIFIKASI KEPADA ANAK TURUNAN PARA ANAK2 INI SIAPA TAU DIKEMUDIAN HARI DITEMUKAN BIBIT KEPEMIMPINAN PADA DIRI MEREKA.
Penulisan La Ode dgn Laode perlu saya tegaskan jelas berbeda. Kalau La ODe artinya darah kebangsawanannya masih dianggap pantas. kalo laode maka sesungguhnya garis turunannnya sudah dicoret dari daftar terpilih untuk menjadi pemimpin di buton. Bisa juga gelar ini dicabut oleh Siolimbona bila dianggap “si anak” ini telah durhaka terhadap kerajaannya.
Juga catatan buat teman2 bahwa,…. bila 3 turunan berturut2 kaum La Ode tidak melapor ke Buton maka secara Otomatis kebangsawanannya dianggap dicoret atau dengan kata lain tidak berhak memakai kata la Ode lagi tapi laode.
La Ode dalam proses identifikasi turunan ini menggunakan pakem garis patrilineal (garis ayah) bukan matrineal (garis ibu).
Buat catatan juga agar kawan2 paham bahwa garis keturunan murni dari Sultan Dayanu Ikhsanuddin di kesultanan Buton sudah TIDAK ADA. bila ada itu hanya garis dari pihak perempuan. adapun bila mau menanyakan detilnya kirim ke email saya saja untuk konsumsi pribadi masing-masing.
ini untuk masukan teman2.
yang menarik untuk didiskusikan dibuton sesungguhnya adalah bagaimana mengupas sendi-sendi fondasi keagamaan diatas tanah buton. mengapa sangat kokoh, tapi disisi lain mengapa masih banyak yang lemah pula (beberapa kadie).
kraton buton berkata
leluhurku perpesan jangan besarkan dirimu diantara sesamamu karena ukurannya jelas bahwa status kalau jatuh di orang mukmin akan jadi bekal kemudian, jika status jatuh pada orang munafik akan jadi tontonan, dan jika status jatuh pada orang kafir akan jadi alat bersenang senang.
asrin al-butuni berkata
Sekrang bukan masanya lg membanggakan keturunan. knpa hrus bangga dgn hal2 smcam itu smpai menimbulkan prpecahan??? knpa tdk bangga bhwa sy org islam.
Islam bersaudara, jgn trpecahkan krna masalah nenk moyang/leluhur. jika seandainya sultan2 kita masih ada, sdh tentu mrka tdk menginginkan hal ini. apalagi kita sama2 bragama islam.
Labolontio berkata
Ass. Wr Wb….
kepada semua orang buton yang berkomentar semua diforum ini …
saya senang sekali membaca perdebatan menyangku sejarah Buton…dan seluruh ke agungannya….
terus terang kalau mengenai silsilah keturunan yang ada di forum ini saya tidak meragukannya atas ke aslian 100% mungkin termasuk diri saya, akan tetapi orang buton itu memiliki tutur kata dan kiasan yang tinggi sehingga senantiasa merasa malu untu mejadikan yang lain sedih karenanya semisal falsafa “Po binchi binchi pomaemaeaka dan poangkaangkataka”…tetapi juga akan menjelaskan makna sesungguhnya walau itu menggunakan media simbolik atau analogi yang mengkiaskan substansi akan tetapi tidak dalam tujuan menipu.
dalam perdebanan di forum ini pun sangat konstruktif dan saling koreksi, bagi saya dalam membaca argumen ada benang hijau yang dapat di tarik kesejarahan dan korelasinya. yang mesti di sadari lagilagi bahwa kerahasiaan yang terkandung dalam setiap penuturan merupakan manifestasi dari falsafa diatas.
secara pribadi pemaparan dan argumen diatas bagi saya yang meskipun asli 100% buton namun saya sedari umur 12 thn sudah merantau ke jawa maka cerita di atas adalah juga menjadi informasih baru bagi saya pribadi.
Ada hal yang mengganggu ketika sdr Siolimbona menguraikan makna sosiologir kata “LA ODE” (LA Ode terbentuk dari dua kata dari filologi huruf arab. La adalah singkatan kata Laillaha Illallah (jadi La bukan penggalan tapi simbolik dari Lailallaha Ilallah) dengankan ODE adalah berarti bangsawan yang ditemukan dalam literatur bahasa arab yang tua), dan “SIOLIMBONA” (sebelumnya 8 orang, kemudian untuk mempermudah voting ditambah 1 orang lagi jadi 9/sio).
Saya ingin mengajukan beberapa pemikiran tentang “LA ODE” dan “SIOLIMBONA”.
saya juga ingin mengemukakan kenapa saya begitu tertarik mengamati kata “LA ODE” ini dan hal ini juga karena given adanya menjadi bagian awaL NAMA SAYA.
seperti yang di tuturkan sdr siolimbona saya ingin kritisi bahwa simbol “LA” dalam awal kata “LA ODE” dan pada kalimat sahadat “LA” berarti kata “TIADA/tidak dan “WA” dalam penggunaan untuk seorang wanita bermakna “DAN” (kalau dalam kalimat sahadat bermakna “dan” maksudnya memberikan penegasan makna berjenjang darimasing2 Setiap Existenxi yang memiliki satukesatuan arti dan makna yang dalam).
sedangkan kata “ODE” hal ini jelas berasal dari bahasa Yunani kuno lihat KB Bahasa Indonesia atau ensiklopedia, yang oleh shakerpiere juga menggunakan kata “ODE” ini dengan maksud kurang lebih sama dengan kata “ODE” yang di jelaskan sdr Siolimbona (ODE adalah berarti bangsawan yang ditemukan dalam literatur bahasa arab yang tua). sekali lagi bukan bahasa Arab kuno karna dalam bahasa arap tidak mengenal huruf “O” dan “P”
hal ini saja yang dapat saya sumbangkan pemikiran di forum ini karna saat ini juga saya sedang mengamati “Siapa LABOLONTIO”? dan dalam literatur pencarian saya benar seoarang Bajak Laut namun “tidak ditakdirkan lahir bermata satu ditengah” akan tetapi matanya satu buta akibat kena tembak dari serdadu Belanda. demikian hormat saya dan Izinkan saya menggunakan nama samaran Labolontio karena saya sangat terobsesi ingin mengetahuinya.
hormat saya
Best regard
0811 811 0xxx
ponggawa berkata
Kaomu dan siolimbona bersaudara hanya antara adik dan kakak kalau kaomu itu bangsawan maka siolimbona juga bangsawan keduanya tidak boleh diperdebatkan……………dan ingat kalau ada yang berasal dari keduanya memperdebatkan berarti mereka itu sesat…………di jalan yang benar.
rusman bahar lm berkata
apapun yang kita perdebatkan mungkin saja akan menyinggung rasa emosianal disebabkan rasa percaya kita terhadap kebenaran yang kita yakini…
Saudara alex, mungkin tersinggung dgn komen sy sebelumx, meskipun yang lain belum tentu senang dengan komentar anda…
Sy termasuk orang yang haus akan sejarah buton, meskipun hidup sy sebagian besar sy habiskan dimakassar
soal la karambau sy kira sudah dijelaskan dengan manis oleh saudara siolimbona
jika anda mempertanyakan siapa leluhur sy biarlah orang tua sy dan Allah yang tahu, meskipun tiap kali sy kebuton sy biasanya membuka benda yang menjadi salahsatu simbol kekuasaan kesultanan buton dimasa lalu…
Buat saudara alex, pernyataan anda kadang memicu saya dan mungkin teman2 yang lain untuk menggali sejarah lebih dalam lg, untuk itu sy ucapkan trima kasih….
Satu hal lagi yang jd pengalaman sy, semakin banyak kita memahami sejarah buton, maka kita akan merasa malu jika mengaku2 asli buton, karna kita mungkin tidak pantas untuk menjadi orang buton..
cikal berkata
sdr anshar…….wajib anda tau bahwa yang anda bangga banggakan saat ini adalah satu kebohongan belaka….anda tidak tau sejarah…
Naldy berkata
Kepada penulis dan semua komentator ,
Sampai detik ini saya selalu mencari semua literatur yang bercerita tentang semua hal yang menyangkut Kesultanan Buton…
satu hal yang saya titik beratkan , carilah sumber-sumber sebanyak mungkin , dan saya yakin hanya 1 yang kalian dapat…
” Buton akan tetap menjadi rahasia .. rahasia ..dan rahasia …
falsafah yg paling sederhana , saya yakin semua pasti mengetahui asal muasal penamaan buton.
( Mudah2an kita sepakati bersama )
Buton — Butuni — ( ada yang menyebut Al-buthuni ) – PERUT.
ADAKAH ORANG YANG MAMPU LIAT ISI PERUT ?
Seberapa banyak seminar pernaskahan internasional pun , tetap tidak akan melahirkan apapun. Jadi sebaiknya ,
BERDISKUSILAH YANG TERSURAT …
TETAPI YANG TERSIRAT TETAP MENJADI RAHASIA.
Alfian berkata
Kepada semua saudara2ku…
Membaca tanggapan saudara2 semua saya merasa sangat sedih karena yg diperdebatkan hanya tentang masalah keturunan,silsilah dsb..kebetulan dalam darah saya juga masih ada mengalir darah buton walaupun cuma separuh karena yg orang buton adalah kakek saya dari ibu saya yang bernama La Ode Mane tapi saya juga merasa sebagai orang buton. Saya tdk mau berdebat tentang masalah keturunan, silsilah, maupun sejarah tentang Buton karena saya sadar pengetahuan saya tentang tanah Buton masih sangatlah dangkal.Disini saya cuma mau mengajak saudara-saudaraku semua yang merasa sebagai orang buton dan cinta dengan buton untuk pulang membangun buton paling tidak menyisihkan waktu buat berpikir bagaimana bisa memajukan buton agar tidak tertinggal dengan kota-kota lain di indonesia, jangan hanya bisa berdebat di forum ini tentang hal yang menurut saya tidak pantas diperdebatkan apalagi saudara-saudara sama2 berdarah buton. Tentang asal-usul Buton,sultan buton dsb itu adalah sejarah dan apa yang diperdebatkan hanya Allah dan pendahulu-pendahulu kita yang tau..seandainya leluhur kita bisa mendengar ataupun membaca apa yang diperdebatkan tentunya mereka akan sedih dan mungkin saja menangis.Jadi pada kesempatan ini bagi saudara-saudara yang masih merasa orang buton sumbangsih pikiran saudara sangat dibutuhkan untuk kemajuan buton di masa yang akan datang…jangan hanya memperdebatkan tentang silsilah dan asal usul karena kita dimata Allah SWT sama semua..terima kasih
acid berkata
buat pa alex
sebatas bapak tau itu cuma sebagian kecil
bergurulah dengan rasa rendah diri pa
bapak keturunan siapa?jangn sembrang pa bicarakan buton pa saya oarang campuran pa orang tua saya dari selatan dan buton
cuma sy titip pesan pa kalau bapak ada apa apa tolon kt ingat bicaranya kt cepat untuk kt memina maaf dan rajin lah belajar untuk rendah diri buktinya pa orang buton dikenal baik diluar dengan kebaikannya apakah bapak pernah dengr kalau orang buton suka bikin onnar past tdk makanya pa jann asal sebut pa
toni berkata
asslmualaikum wr.wb
saya ini keturunan buton yg lahir dan tinggal d pulau bangka, provinsi bangka belitung. saya ingin mencari tau silsilah, keluarga. nama sya almawardi sultoni bin la musa bin la ode ula bin la ode mbauta bin la ode jou bin la ode sadara( saya tdk tau selanjutnya) sya ingin tau kelanjutan dr la ode sadara(dr sampulawa) dan Bonto nata lakatende. tolng bantu saya apabila ad yg tau. trima ksh sblm nya.
wawan berkata
memang buton penuh dengan sejarah….bagus2 lagi…! lagian buton cocok dijadikan tempat pariwisata yang indah.
Rusly.kapota berkata
asslamualikum wr,wb
saya buton asli mama wanci bapak kapota yang lahir di sorong papua dan besar disana,memang buton punya sejarah yg panjang,mrilh membangun buton biar tidak ketinggalan sama kota2 lain diindonesia bukan diskusi hanya garis keturunan,dll.tp bersatulah bapak2 membangun buton bukan untuk dipecahkan,saya bngga menjadi orng buton,mkasih wslm.
la sudu berkata
Kita harus belajar dari sejarah masa lalu.ingat untuk menulis sejarah harus menggunakan referensi yang d pastikan bisa d terima seluruh masyarakat umum spy d kemudiaan hari kita tidak bercerai berai dan bersatu.tulisan ini saya sudah pastikan berasal dari informan yang berada dalam masyarakat tertentu saja. seharusnya kita adakan seminar dulu dan kita mengundang pakar sejarah baik lokal maupun non lokal sehingga riil dan supayamasyarakat umum yakin dengan adanya tulisan ini. Ini hanya sebatas saran….
ningsih berkata
Ass …
Saya salah Seorang keturunan perpaduan dari buton dan selatan … ibu saya Wa Ode yg ayahnya La Ode yg se tau sy merupakan keturunan sultan ke 13 dan ayah saya Andi ,yg merupakan keturunan dari raja bone campur gowa dari ayahnya dan kerajaan luwu dari ibunya …
Sedangkan nama saya Disematkan Wa Ode, sy pernah bertanya mengapa nama disematkan nama Wa Ode, ibu saya mengatakan bahwa dahulu ada perjanjian antara bugis dan buton yg menjelaskan bahwa jika ada keturanan dari perpaduan dua suku tsb maka anak itu mengikiuti garis keturunan ibunya ,,, ( saya minta tolong siapapun yg mengetahui isi perjanjian itu tolong beritahu saya karena saya jg belum tau dan mengerti pasti)
Tapi … disni saya perlu tekankan … pada garis keturunan saja buton sdh mendominasi bugis … ! apalgi mengenai kerajaan yg sdh di jelaskan panjang kali lebar melalui sejarahwan2 muda di atas ,,, !
IntiNya saya Bangga MenjadI Orang buTOn … !
Terima kasIh
Alman berkata
Assalamualaikum Wr Wb,
Salam Kenal Saudaraku…
Apakah ada dari saudara-saudara sekalian yang bisa membantu saya ttg silsilah dari Kumbewaha, tapi-tapi dan tanailandu.
Salam
Muhammad Isur berkata
banyak yang memberitakan bahwa di Mesjid Kraton Buton ada Lobang. yang sejarah mengatakan lobang tersebut ditemukan pada saat pertempuran selama beberapa hari sehingga pada hari jumat tidak diketahui lagi, namun setelah mendengar suara azan baru ditelusuri asal suara tersebut dan ternyata asalnya dari lobang yang sekarang berada di masjid kraton buton. inilah yang menjadi pertanyaan saya apa benar beri sejarah tersebut atau tidak, kalau benar mengapa tidak di bebaskan saja kepada umum untuk melihatnya. sehingga kebenaran dan keazaiban kerajaan buton semakin dinyakini orang lain khususnya yang berasal dari keturunan buton asli. terimakasih saya berasal dari gunung sejuk ( Lipu malanga ) yang nenek saya dikuburkan di Kecamatan Sampulawa keturunan dari kerajaan Buton.
jabar kelana berkata
Aassalamu Alaikum wrwb,
dari komentar sejarah yang di kemukakan oleh semua, menurut saya benar semua, karena masing-masing punya pedoman,baik buku sejarah ataupun cerita orang2 yang dapat di percaya tapi, penyajian sejarahnya dari tengah semua,!
untuk bugis makassar, coba sajikan awal munculnya tanah bugis makassar,begitupun buton/ butuni,
karena jangan sampai kita semua mengambil hak orang lain,
contoh, bisa saja kita numpang tanam ubi di tanah orang lain setelah kita mengolahnya kita klaim bahwa tanahnya itu milik kita,
kalo menurut saya baiknya kita menyebut diri, saya dari “tanah buton” bukan “orang buton” karna lahir di sana, ato saya “dari makassar” karena lahir di makassar, itu menurut saya!!
karena pada hakekatnya kita semua bersaudara satu nenek moyang yaitu Adam dan Hawa. kecuali ada Adam dan Hawa lain yang di ciptakan Allah.
alex berkata
bung jabar,
anda benar, anda cukup bijak dan itu menjadi dasar pijakan yang baik kalau kita mau diskusi kedepan…..karena banyak yg komentar disini ….seperti orang kentut…..mereka tidak punya pengetahuan yang cukup tentang sesuatu…langsung bunyi….persis bunyi kentut….maaf analoginya kurang etis…tetapi itulah kenyataannya !
alex berkata
Buat Alman,
Cari buku Darul Adat Fii Butuuni jilid 1 dan 2, kalau tidak dapat disekitar anda, nanti hubungi saya di Makassar atau Buton Utara.
Buat Ningsih,
Selama ini belum saya temukan perjanjian seperti itu, tetapi kedua negeri tersebut menganut faham patrimonial, yaitu dari garis keturunan ayah…..karena apakah anda menggunakan Wa Ode atau Andi, pada hakekatnya sudah benar…karena ortu anda sudah mengapresiasi leluhurnya. Sepertinya ortu anda takut kehilangan ke wa ode-annya, menurut saya tidak perlu takut seperti itu, karena dalam perbincangan adat, garis kedua ortu harus muncul secaea seimbang.
alex berkata
Buat Alman,
Cari buku Darul Adat Fii Butuuni jilid 1 dan 2, kalau tidak dapat disekitar anda, nanti hubungi saya di Makassar atau Buton Utara.
Buat Ningsih,
Selama ini belum saya temukan perjanjian seperti itu, tetapi kedua negeri tersebut menganut faham patrimonial, yaitu dari garis keturunan ayah…..karena apakah anda menggunakan Wa Ode atau Andi, pada hakekatnya sudah benar…karena ortu anda sudah mengapresiasi leluhurnya. Sepertinya ortu anda takut kehilangan ke wa ode-annya, menurut saya tidak perlu takut seperti itu, karena dalam perbincangan adat, garis kedua ortu harus muncul secara seimbang.
LA ODE M.YUNUS,SH berkata
assalamualaikum warahmatullahi wabaraku……
sauadara alex yang saya hormati,saya membaca komentar-komentar ini dari jam 11 malam hingga saya menulis komentar ini jam 01:00.satu hal yang menyentuh di hati saya ketika saudara alex hendak meminta pertanggung jawban kenepulu bula dengan kabanti yang di buatnya,terus terang dengan penuh kerendahan hati sebagai cucu saya berkewajiban menjaga martabat leluhur saya,nama sala La Ode Muh.Yunus Halis,SH anak dari Drs.LM.Syafiuddin,M.Pd,cucu dari La Ode Aegu (Lakina Agama Mesjid Keraton) Cicit dari La Ode Mbiu (yarona Lasalimu) Buyut dari La Ode Moha yang merupakan anak dari La Ode Abd.Rahman atau sangia wandoka di Wanci yang merupakan anak dari kenepulu bula atau la Ode Abd.Gani.melalui forum ini bisakah anda jelaskan kepada saya kesalahan sejarah apa yang suda dilakukan oleh leluhur saya menyangkut kabanti-kabanti yang di buatnya.artinya kalau penjelasan saudara alex dapat memberikan gambaran bahwa kenepulu bula patut di mintai pertanggung jawabannya karena kesalahan yang di buatnya maka saya orang pertama setelah membaca komentar anda yang akan menghancurkan dan membantah seluruh apa yang suda di buatnya sebagaimana yang diagung-agungkan oleh keluarga saya.tapi kalu ternyata argumen saudara alex tidak dapat menafikan kebenaran maka demi allah saya adalah orang yang akan melawan siapupun yang mempermainkan martabat leluhur saya.saat ini tanggal 19 desember pukul 02:00,dalam waktu satu dua hari ini isti saya akan melahirkan anak kedua saya,awalnya saya berpikir bahwa saya tidak akan memberikan gelar la ode ataupun waode kepada anak kedua saya dengan alasan bahwa dizaman secanggi ini gelar kebangsawanan tidak lagi menjadi penting sebab orang-orang berduit dan pandai berkata saat ini suda tdk ada lagi bangsawan yang ada adalah uang, siapa yang memiliki uang dialah raja. namu satu ketika saya menonton siaran televisi yang membahas tentang polemik jogjakarta. yang menarik dalam siaran TV tersebut bahwa ada seorang budayawan yang mengatakan begini “bedakan antara Ningrat dengan Feodal.jangan selalu ada kata-kata yang menyebut bahwa konseb ninggrat itu adalah konsep feodalisme. dari sisi kosa kata feodal itu jelas artinya yaitu hasrat ingin menguasai dari asal kata feodus dedangkan Ningrat itu secara luas di artikan sebagai nilai-nilai luhur atau tatanan kesusilaan yang luhur.jadi yang mengatakan bahwa keraton itu feodal sesungguhnya dialah yang feodal karena menganngap semua bisa dibeli dengan uang.”berangkat dari pernyataan itulah saya menjadi terketuk bahwa kenapa harus malu menggunakan atribut seperti la ode atau waode toh itu menunjukan identitas yang didalamnya melekat nilai-nali luhur. jadi pada intinya sebagai orang yang tidak memahami begitu banyak tentang boton, saya melihat wawasan sauadara alex sangat luas tentang kebutonan saya bangga ada orang yang mampu menguasai buton dalam konteks yang sebenar-benarnya seperti saudara alex.jadi itu saja permintaan saya tolong saudara alex yakinkan saya bahwa apa yang suda di lakukan oleh leluhur saya kenepulu bula itu salah.sehingga patut dimintai pertanggung jawabannya di alam barzah…….wasalam…..la tataharaka zarratan illa biiznillah (kalimat teraihr ini adalah amalan kenepulu bula yang di kenal dengan istilah kakanu na kenepulubula dalam rangka menghadapi segala kemungkinan yang terjadi baik di depan maupun di belakang, di atas maupun di bawah.
Anonim berkata
Siapa sultan Buton selanjutnya?
La Jony berkata
Saudara Alex,Saya tanggapi paparannya :
1.saudara mengaku turunan ke-5 dari Sultan Himayatuddien,pengakuan saudara sangat tidak benar,saya buat
perbandingan saja, Sultan Muhammad Idrus Qaimuddin( Sultan Ke-29 ) yang menjabat 1824-1851 , saat ini turunannya sdh samapi turunan ke-6,7 atau 8, apalagi Sultan Himayatuddin yg menjabat ke-2 1760-1763, mestinya turunannya sdh lapis lebih dari hal itu.Jadi pengakuan saudara tidak saya percaya.
2.Saudara katakan Sultan Himayatuddien adalah dari makassar, mesti di ketahui bahwa yang bisa menjadi Sultan saat itu adalah bangsawan Kaomu di mana terdiri atas 3 yakni Kumbewaha, Tanailandu dan Tapi-Tapi,berdasarkan garis turunan Ayah, Ini hampir sama dengan Aturan Bani pada masyarakat Arab ( Kemungkinan Besar memang dari Arab yg di bawa Oleh Sayyid Abdul Waahid ).Dan tidak boleh jadi Sultan selain itu.Hal ini di tetapkan setelah berlaku Undang-Undang Murtabat Tujuh, mulai di masa Sultan Dayanu Ikhsanuddin. Berdasarkan silsilah, Sulatn Himayatuddien adalah turunan Lagsung Sultan Dayanu Ikhsanuddien tersebut yang di sebut turunan Tanailandu.Inilah yang membuat saya mengatakan pernyataan saudara salah.
3.Saudara begitu bangga dengan Kesultanan Makassar saat itu,tahukah saudara bahwa Syech Yusuf Tajul Khalwati merasa tidak cocok dengan suasana batin kesultanan Makassar saat itu, beliau merasa kepanasan.Coba saudara baca dalam bukunya Khawash Abdullah yang judulnya “Perkembangan Ilmu Tasawwuf dan tokoh-tokohnya di Nusantara. Belum lagi akan asal-usul Syech Yusuf Tajul Khalwati tersebut, ternyata cuma pihak Ibunya dari makassar tapi ayahnya bukan dari makassar, ada yang katakan ayahnya adalah Nabi Khidir a.s dan bahkan ada yang katakan ayahnya orang Buton( Wallahu ‘alam ). Baik kita kembali soal Kesultanan Makassar tadi,Bukan hanya Syech Yusuf yang merasa kepanasan di Kesultanan Makassar saat itu,tapi saya pernah baca riwayat seorang Habib atau Sayyid di Cikoang,yang membuat beliau meninggalkan Kesultanan Makassar adalah ketidak cocokan suasana batin beliau dengan masyarakat Kesultanan Makassar saat itu.
Demikian paparan saya semoga ini menjadi pertimbangan saudara- saudara semua termasuk saudara Alex.Smoga kita mendapatkan Ridho dari Allah Subhaanahu Wa Ta’aala.
La Jony berkata
Saudara Alex,Saya tanggapi paparannya :
1.saudara mengaku turunan ke-5 dari Sultan Himayatuddien,pengakuan saudara sangat tidak benar,saya buat
perbandingan saja, Sultan Muhammad Idrus Qaimuddin( Sultan Ke-29 ) yang menjabat 1824-1851 , saat ini turunannya sdh sampai turunan ke-6,7 atau 8, apalagi Sultan Himayatuddin yg menjabat ke-2 1760-1763, mestinya turunannya sdh lapis lebih dari hal itu.Jadi pengakuan saudara tidak saya percaya.
2.Saudara katakan Sultan Himayatuddien adalah dari makassar, mesti di ketahui bahwa yang bisa menjadi Sultan saat itu adalah bangsawan Kaomu, di mana terdiri atas 3 yakni Kumbewaha, Tanailandu dan Tapi-Tapi,berdasarkan garis turunan Ayah( Ini hampir sama dengan Aturan Bani pada masyarakat Arab Kemungkinan Besar memang dari Arab yg di bawa Oleh Sayyid Abdul Waahid ).Dan tidak boleh jadi Sultan selain dari keluarga itu.Hal ini di tetapkan dalam Undang-Undang Murtabat Tujuh, mulai di masa Sultan Dayanu Ikhsanuddin. Berdasarkan silsilah, Sultan Himayatuddien adalah turunan Langsung Sultan Dayanu Ikhsanuddien tersebut yang di sebut turunan Tanailandu.Inilah yang membuat saya mengatakan pernyataan saudara salah.
3.Saudara begitu bangga dengan Kesultanan Makassar saat itu,tahukah saudara bahwa Syech Yusuf Tajul Khalwati merasa tidak cocok dengan suasana batin kesultanan Makassar saat itu, beliau merasa kepanasan.Coba saudara baca dalam bukunya Khawash Abdullah yang judulnya “Perkembangan Ilmu Tasawwuf dan tokoh-tokohnya di Nusantara. Belum lagi akan asal-usul Syech Yusuf Tajul Khalwati tersebut, ternyata cuma pihak Ibunya dari makassar tapi ayahnya bukan dari makassar, ada yang katakan ayahnya adalah Nabi Khidir a.s dan bahkan ada yang katakan ayahnya orang Buton( Wallahu ‘alam ). Baik kita kembali soal Kesultanan Makassar tadi,Bukan hanya Syech Yusuf yang merasa kepanasan di Kesultanan Makassar saat itu,tapi saya pernah baca riwayat seorang Habib atau Sayyid di Cikoang,yang membuat beliau meninggalkan Kesultanan Makassar adalah ketidak cocokan suasana batin beliau dengan masyarakat Kesultanan Makassar saat itu.
Demikian paparan saya semoga ini menjadi pertimbangan saudara- saudara semua termasuk saudara Alex.Smoga kita mendapatkan Ridho dari Allah Subhaanahu Wa Ta’aala.
La AnTo berkata
asslamu’alaikum
saudara bisa bantu beta, tentang Kata La Ode, tadi sudah dijelaskan secara rinci, cuma yang beta mw tanya nhe, mengapa kata La Ode Itu ada pada beta pung kakek dari bapak, padahal ontua itu bukan keturunan Ode, cuma pada saat itu beta pung kakek itu di angkat menjadi parabela kampung yang dipercayakan, tepatnya di desa bangun kecamatan sampolawa, mengapa sampai di Angkat menjadi Ode ? mohon bantuannya eeee beta tunggu komentarnya
wassalam…..
Harry Abdul Anis BONTO OGENA berkata
MKAX BCA SLSILAH JG SO TAU SJA BICARA’ SMBRANGAN NTAR KUALAT BRU TW RAS
La Wowolio berkata
ass…
klo bisa z minta info tentang silsilahx bonto ogena wantiro,…
Anshar@ orang BUTON itu,, tidak mencari musuh & tidak ingin dimusuhi…bhasa anda itu seakan-akan anda itu hebat,, anda orang mana k ? makasar…sini kamu sama saya., & tidak ada sejarah orang buton takut sama orang mana saja…………
A.Hidayat Mulku berkata
Saudara-saudaraku, apapun yang anda2 kemukakan (sepanjang tidak dibumbui dengan rasa emosional yang sesat) akan bagus dalam mengungkap kebenaran sejarah, apalagi jika didukung dengan literatur yang autentik dan ASLI. Karena itu akan lebih bagus jika didiskusikan secara akademik, Satu hal yang saya pesankan janganlah merasa pintar sendiri, sehingga berani menghujat (termasuk menghujat para tokoh yang pada jamannya/bahkan hingga saat ini sangat dihormati). Sikap anda2 itu sangat ditentang oleh agama apapun, terutama yang mengaku Islam. Marilah kita menjaga sikap untuk saling menghargai, apalagi serumpun.
popha cicoh berkata
saya tidak sangka-sangka bataraguru sultan ketiga
Risno Rumbia berkata
Risno Rumbia
Aslmkm… Wr…Wb…!
Saudara-saudaraku, Alhamdulillah… melalui media ini, menambah pengetahuan Saya tentang Tanah Buton, yang hidup d Pulau Buru, kelahiran Ambon, tetapi orang tua Saya dari Burangasih… Saya sangat mencermati secara seksama apa-apa yang telah dikomentari oleh Saudara-saudaraku, sesuai dengan Referensi dan Pengetahuan dari masing-masing. Saya sangat haus akan sejarah Buton, oleh karena itu dalam diskusi ini Saya menghimbau agar menggunakan akal yang sehat, mempunyai referensi yang jelas dan dpt dipertanggungjawabkan, tetapi jauhkan rasa emosional dan dengki hati yang menyesatkan….!
THANGKURERA2 berkata
Ego..! Ego…!
Ada banyak ego disini.
Tentu kita masih ingat apa yg membuat SETAN jadi hina dan terkutuk.
muhammad hakim berkata
@Anshar: ada benarnya anda bilang. Orang Buton tidak lebih besar dari orang Makassar. dan jangan lupa fakta sejarah, Gowa kalah karena dikeroyok tiga angkatan perang, yakni Belanda, Buton, dan Bone, sehingga terjadilah perjanjian Bongaya. Itu adalah bagian dari sejarah. Buton mengandalkan kemampuan diplomasinya agar bisa tetap eksis di antara pengaruh kekuasaan Gowa dan Ternate. karena kalau tidak begitu, tentu sudah lama hancur oleh dua kesultanan itu. anda juga harus ingat, kemampuan diplomasi itu adalah bagian dari strategi politik dan militer yang sudah umum di seluruh dunia. marilah kita jadikan sejarah sebagai pelajaran bagi kita semua. bahwa tidak ada satupun yang selamanya berjaya. setiap kekuasaan akan selalu silih berganti. di atas langit masih ada langit.
la anton berkata
disini saya memandang banyak ego, jgnlah slalu membesar” leluhur kita, tapi bagaimana belajar dari ksalahan” mereka, podo” yingkita siy… saya bukan keturunan siapa”, cuma masyarakat biasa “maradika”, sudah jelas……..pada firman dimata Sang Khalik Manusia Derajatnya Sama tak ada yg membedakan cuma ketakwaan dan keimanan……..
la anton berkata
berbicara titik temu kebenaran tak akan sampai disitu, …. apakah kita hidup pada zaman itu ???
sejarah tetaplah sejarah, jgnlah selalu mengangkat” atau sampai melebih”kan, kita cuma bisa mengenangnya ntuk cerita anak cucu kita nantinya.. Mani Maafu Te Pogau qu siy….
abdul latif berkata
forum tingkat tinggi nih,bagus forum ini di jadikan sebagai informasi sekaligus memperluas cakrawala berpikir,semoga kita bisa menyikapinya dengan arif dan bijaksana,terima kasih buat saudara saudari diatas,yang telah berpartisipasi dalam forum ini,semoga mendapat pahala disisi Allah SWT, amin.
LASURYANTO JATIM berkata
saya punya buyut bernama laguamo dan istrinya bernama wa pasi yang bergelar siolimbona mohon penjelasan bagi yang mengerti kebenaran tentang siolimbona
LASURYANTO JATIM berkata
Manusia besar itu diukur dari taqwanya kepada Sang Qalik dan janganlah engkau berebut untuk menjadi orang besar kalau di hatimu tidak ada ketaqwaan sama sekali
LASURYANTO JATIM berkata
Hai manusia janganlah engkau sombong
Allah akan mengurangi nikmat bagi mereka yang shombong
untuk apa engkau bersombong diri bila kemudian engkau mati
sesungguhnya manusia keluar dari Alief dan berpulang ke Alief
La Ode Muhammad Rauda AUM berkata
Inikah sikap yang patut dipertontonkan?
anton albutuni berkata
mohon kalau ada informasinya silsilah sultan yang ke-4 Laelangi…?? n keturunan orang” pada masa sultan Laelangi… saya generasi ke-4 dari La Sahaba pada masa Sultan ke-4 Laelangi yg dulunya mendiami Keraton Wolio n dipindahkan ke Sampolawa karena melebihnya 40 rumah yg telah disepakati
alinur berkata
saudara ada yang tahu ga silsilah keturunan laode palemba siapa nama ayahnya,nama kakekx keats.
trus knpa kesultanan buton sekarang tidak ada….????
apa yang menyebakn tidak dipilih sultan berikutx….?????????
La ULU berkata
Sejak kapan nama buton itu ada..bukankah orang2 yang ada di buton sekarang adalah orang Wolio dan oarng Muna???
Satu hal yang harus di ketahui bahwa Para sultan buton Sukunya adalah MUNA karna mereka keturunan Lakila Pontao yang Agung (MURHUM).
Musafir berkata
Untuk saudar”ku yg mengaku orang butuni janganlah kalian terlalu mengandalkan masa lalu tetapi koreksi diri kalian apa sudah benar., kita hidup bkn untuk kesombongan diri kita, para leluhur kita sudah contohkan hal itu., nb (kemanapun anak cucuku pergi tetap akan kembali pada lingkaran itu) (angin dari barat saya datang dari timur., saya tidak ada di mana” tp ada di mana”)
Imr-Albhutuni berkata
Buat Saudara La ULU
Silsillah Murhum adalah anak dari Sugi Manuru (Lakina Wuna)
Sugi Manuru anak dari Kiayi Jula + Warandea
Kiayi Jula anak dari Batara Guru + selirnya (Wailicugi)
Bataraguru anak dari Bulawambona + Labaluwu
Bulawambona anak dari Wakaa-kaa + Bataraguru.
Jadi sangat jelas asal dari Lakila Ponto (Murhum) itu dari Buton Juga.
Salam,
Akbar la angi berkata
Assalamualaikum,,,
kak,ada tidak nama la ode muhammad di silsilah keturunan sultan ke 7,,,?
Akbar la angi berkata
Assalamualaikum,,,
kak,ada tidak nama la ode muhammad di silsilah keturunan sultan terahir,,,?
Mohon bantuannya,,,
La Jumad berkata
assalamualaikum…..
maaf… kami anak buton yang ada di perantauan, tp blm pernah injakan kaki di buton tempat laluhur kami, apa lagi cerita tentang kebesaran buton… smoga diperbanyak lagi refrensinya tentang buton…
maaf, seperti apa yg disampaikan ansar tidak perlu diladeni…. karena secara pasti tulisan dukung dengan refrensi yang baik…dan untuk alex.. kita perlu ketemu untuk diskusi, kalau anda keturunan dari sultan Himayatuddin (Lakarambau)…
untuk saudara-saudaraku terimakasih, semoga dengan membaca tulisan-tulisan ini kami bisa jalan-jalan di Buton…
salam persaudaraan dari papua
la jumad
DARMANTO berkata
kita sebagi masarakat buton mari lah kita menjaga aset budaya dan sejara kita karena tanpa sejara kita tidak dapat bisa berdiri seperti sakarang ini…………….