Orang Buton Punya

Komentar Para Pembaca Akan Sangat Membantu Dalam Memperkaya Khasanah Blog Ini

USUL RUJUKAN TAHUN KELAHIRAN KOTA BAU-BAU

Posted by orangbuton pada 23 November 2009

Lahirnya Undang-undang Nomor 13 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Bau-Bau,  secara subtansial merupakan  babak baru dalam penyelenggaraan pemerintahan di Wilayah Kota Bau-Bau. Undang-undang ini menandai dimulainya era Pemerintahan Daerah yang otonom pada wilayah Kota Bau-Bau terlepas dari daerah induknya Kabupaten Buton.

Pada hakekatnya otonomi daerah adalah kewenangan daerah untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang undangan.  Dalam hal ini kewenangan tersebut mencakup seluruh bidang pemerintahan kecuali dalam beberapa kewenangan tertentu sebagaimana di atur dalam Undang-undang pemeritahan daerah.

Sesuai dinamika perkembangan kota Bau-Bau yang terus bergerak, dipandang perlu agar Kota Bau-Bau dapat lebih menunjukkan dan mengenalkan jati diri serta keberadaannya dalam pergaulan daerah-daerah di Nusantara. Dimana sesuai pandangan tersebut,  hari ini Kota Bau-Bau telah mengembangkan hubungan-hubungan yang positif dengan berbagai  kalangan baik dari dalam negeri maupun dengan luar negeri  untuk  mengenalkan berbagai potensi kekayaan  alam dan budaya yang dimiliki.

Dalam upaya mengenalkan Bau-Bau  sebagai salah satu pusat kebudayaan  tua di Nusantara kiranya pada tahap awal dapat ditelusuri berbagai peristiwa penting yang pernah terjadi  di Bau-Bau yang dapat dijadikan sebagai  tahun tahun rujukan kelahiran Kota Bau-Bau dengan  memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Bahwa peristiwa tersebut tercatat dalam naskah kuno yang dapat di jadikan rujukan.
  2. Bahwa peritiwa tersebut memiliki nilai heroik dalam  kepahlawanan Orang Buton di kancah perjuangan nasional.
  3. Bahwa peristiwa tersebut memberi dampak terhadap pertumbuhan kawasan yang sekarang di sebut sebagai Kota Bau-Bau.
  4. Bahwa peritiwa tersebut memberi pengaruh terhadap dinamika kawasan sekitar Kesultanan  Buton pada masanya.

Untuk itu ada kronologis peristiwa-peristiwa besar yang pernah terjadi di Bau-Bau antara lain :

  1. Pelantikan Wakaaka sebagai Raja Pertama Kerajaan Buton tahun 1334 M
  2. Murhum di angkat sebagai Sultan Buton Pertama pada 1 Ramadhan 948 H atau tahun 1511
  3. Kedatangan Mubaligh Syarif Abdul Wahid Bin Syarif Sulaiman tahun 1538 saat Raja dan rakyat Wolio masuk islam secara massal.
  4. Zaman Pemerintahan Dayanu Ikhsanuddin (1578-1615) ”Undang-Undang Martabat Tujuh” direkam dalam bentuk tulisan (Zahari, 1977:59)
  5. Murtabat Tujuh di Undangkan sebagai Konstitusi Negara Kesultanan Buton pada tahun 1610 pada masa pemerintahan Sultan Buton ke-4   La Elangi Dayanu Ikhsanuddin oleh Sapati La Singga di depan Mesjid Agung Keraton dihadiri oleh seluruh aparatur pemerintahan kesultanan, utusan-utusan dari seluruh wilayah negara, para pemuka masyarakat dan seluruh rakyat di Ibu Kota Kesultanan (EA Saidi BcAP dalam  Naskah Buton, Naskah Dunia)
  6. Tanggal 13 Januari 1613 tahun terjadinya perjanjian Dayanu Ikhsanuddin dengan Kapten Apollonius  Scotte (Janji Baana = Pejanjian Pertama)
  7. Tahun 1634  zaman pemerintahan Sultan Buton  IV Labuke gelar Sultan Gafurul Wa Dudu  Benteng Wolio mulai di kerjakan secara gotong royong oleh warga kesultanan yang diselesaikan selama 10 tahun sampai tahun 1644. Pada masa Pemerintahan Sultan La Buke inilah hidup seorang saudagar Besar Wa Ode Wau dimana mata uang Kesultanan Buton Kampua berlaku sebagai alat tukar pada perdagangan di Nusantara.
  8. Tahun 1636 terjadi pembantain terhadap armada VOC, Velzen yang kandas di Pulau Wawonii serta pembunuhan, penyiksaan dan penawanan kru kapal dagang pribadi Belanda yang singgah di Bau-Bau. Alhasil pada tahun 1637 dan 1638 VOC menyerang Bau-Bau dengan maksud dihangus habiskan sebagai balas dendam dan contoh atas pembunuhan keji itu.  Akan tetapi kedua serangan itu tidak berhasil merebut Benteng Wolio yang merupakan pusat Kesultanan Buton. Setelah itu sekali-kali saja hubungan antara VOC dengan Kesultanan Buton, Dimana ”dari kedua belah pihak terlihat sikap berhati-hati” .  (Horst H.Liebner dalam Naskah Buton, Naskah Dunia)

Mungkin masih banyak peristiwa lain yang dapat di jadiklan rujukan dan seandainya ada di antara para pembaca yang memiliki pendapat tentang pertistiwa yang dapat di jadiukan rujukan sebagai tahun kelahiran Kota Bau-Bau dapat diskusikan pada blog ini.

About these ads

19 Tanggapan to “USUL RUJUKAN TAHUN KELAHIRAN KOTA BAU-BAU”

  1. Yusran Darmawan berkata

    saya lebih sepakat kalau masuknya Islam secara massal yang dirayakan sbg ulang tahun kota. Saat itu, Islam adalah penanda globalisasi dan membawa higher civilizations di tanah Buton. tuapa?

  2. Miana Bure berkata

    Saya setuju dengan saudara Yusran Darmawan sebaiknya masuknya Islamnya Raja dan Rakyat Buton menjadi tonggak peringatan hari lahirnya Kota Bau-Bau karena Keboesaran kebudayaan Buton dimulai sejak masuknya Islam di Tanah Buton.

  3. alex berkata

    Sebaiknya hari lahir kota sesuaikan saja dengan tanggal UU yang mengatur ttg lahirnya kota Bau bau.

    Soal usul masuknya Islam itu tidak relevan karena itu soal kerajaan buton sedang kota bau bau berdiri nanti resmi ada UU

    Tolong dipertimbangkan bahwa masuknya Islam itu susah dijadikan patokan karena hal itu bukan milik kota bau bau saja tetapi milik semua orang buton secara kultur bukan secara administratif pemerintahan

    bapak dan ibu yg usul makai masuknya islam jangan terlalu semangatlah

  4. Yusran Darmawan berkata

    Bung Alex….
    Hampir semua daerah di Indonesia selalu memakai rujukan sejarah untuk merayakan ultah. Kota Makassar tahun ini akan merayakan ultah yang ke-402, berpatokan pada masuknya Islam di Tanah Gowa. Padahal, pada tahun itu belum ada Makassar.

    Sedangkan Jakarta juga akan merayakan ultah yang ke-400an dan mengambil momentum ketika Pangeran Jayakarta berhasil mengalahkan Portugis di Batavia. Bahkan, Ternate tahun ini mau merayakan ultah yang ke-700-an. Mereka mengambil momentum ketika Sultan Babbullah berhasil mengalahkan Portugis. Surabaya merayakan ultah ke-700. Demikian pula dengan Manado.

    Kalau kita sepakat Bau-Bau sebagai kota lama, masak kita hanya merujuk pada keluarnya Undang-Undang? Kita harus merujuk pada jejak sejarah yang menunjukkan kapan nsebenarnya kota itu terbentuk.

    Saya setuju dnegan pengelola blog ini bahwa momen ultah itu adalah momen heroik. Tapi saya kira yang paling relevan adalah kita ingin tahu kapan munculnya kota. Ciri-ciri dari terbentuknya kota adalah adanya masyarakat yang heterogen, bersikap terbuka pada anasir kemajuan, serta menjadi wadah hidup dari banyak kelompok. Kalau berpatokan pada ciri-ciri itu, maka momentum masuknya Islam sangat tepat menjadi ultah kota Bau-Bau. Masuknya islam menjadi ciri globalisasi dan menunjukkan kian beragamnya penduduk saat itu.

    Tuapa….?

  5. Alex berkata

    Bung Yusran,

    To tuu, tapi saya hanya ingin menyampaikan bahwa apa yang sudah terjadi belum tentu tepat, yaa benar tapi tidak tepat. Apa yang mereka lakukan sebenarnya tidak mendapat dukungan semua fihak, baik di jakarta ataupun di makassar atau dimanapun, itu hanya keputusan pemerintah NKRI.

    Mohon dibedakan antara keputusan pemerintah dengan keputusan adat. Banyak keterlibatan pemerintah dalam masalah kultur benar tetapi tidak tepat, bung.

    Saya sudah hampir 30 tahun di makassar karena tamat sma 1 bau2 tahun 1981, dan yang saya tau di makassar, tidak semua setuju dengan rujukan tahun tsb.

    Seandainya tahun 1999 semua pihak di makassar saat itu setuju dengan usul pengembangan buton dalam artian kultur, maka semangat buton raya tidak akan alot seperti ini. Buton raya bukan gerakan semua orang Buton dan cenderung sebagai gerakan sekelompok orang Buton.
    Bung Yusran, tahun 1999, saya didatangi seklompok orang Buton untuk gerakan Buton Raya ini, dan saat itu saya memberikan dokumen2 lahirnya Provinsi Gorontalo, karena lahirnya Prov. Gorontalo didominasi oleh org2 Gorontalo yang ada di Makassar, bahkan rapat2 Perencenaan Pembangunannya, sampai sekarang masih di laksanakan di Makassar.
    Saya hanya menawarkan pola pikir dengan cara kita musti menyepakati dulu definisi awal perjuangan tersebut.

    Saat itu kelompok saya mendapat reaksi keras soal tawaran untuk membangun Character ke-Butonan dalam artian kultur, karena saat itu kami sudah mengantisipasi pemekaran2 daerah. Dengan satu pemikiran bahwa jika pemekaran lebih dahulu lahir dibanding awal pembentukan “Buton Culture Character Building” maka energy awal yang dibutuh akan semakin berat.
    Contohnya, penolakan Muna dan Bombana untuk bergabung di Buton Raya adalah bukti besarnya energy dan sekaligus sebagai bukti juga belum terbentuknya “Buton Culture Character Building”. Seandainyapun dengan susah payah terbentuk Buton Raya, tetapi masalah conflict yang akan muncul tetap menghadang. Menagapa ? karena masing2 daerah mempunyai cerita masa lalunya sendiri, demikian pula dengan Buton Utara dengan situs sejarah yang jauh lebih tua dibanding Wolio itu sendiri.
    Saya lebih bangga menjadi orang Kulisusu dibanding jadi orang Buton……hanya sebagai manusia realis …. ada juga kebanggan sy sbagai orang buton …. dan sah2 saja saya mengaku … karena saya keturunan langsung dari Laelangi Sultan Dayanu Ikhsanuddin dari Ayah saya, dan dan dari Karaeng Bau Sultan Dayanu Ikhsanuddin (bukan lakarambau) seperti yg dipopulerkan oleh adat buton, itu dari pihak ibu saya.

    Jadi … bung Yusran, apa yang saya sebutkan sebelumnya itu hanya usul, tetapi jika Allah memberi saya kesempatan pulang dan diberi peluan untuk bicara, maka itulah yang akan saya sampaikan.

    Sekali lagi, saya tidak sependapat jika apa yang dilakukan di tempat lain, kita akan ikut2an.
    Bahkan Falsafah Buton “Poromu iinda saangu, pogaa iinda ko-olota”, jauh lebih manusiawi dibanding falsaah RI, Bhineka Tunggal Ika, karena dlam arti bercerai berai tetapi satu … bermakna ada pembunuhan karakter, dan yang paling kuatlah yang menang dan lahirlah budaya Jawa dimana-mana …. anda sepakat dengan Bhineka Tunggal Ika ?

  6. La Boli berkata

    saya senang degan pendapat saudara yusran n saya lebih senang kalau saudara yusran dan alex bertemu dulu untuk mencari kesepakatan yang lebih bagus.

  7. els_haris berkata

    Pelantikan Wakaaka sebagai Raja Pertama Kerajaan Buton tahun 1334 M, disinilah sebenarnya subtansi awal dan babak baru bagi segenap rakyat buton… bersama-sama menanamkan nilai kebersamaan, hingga terbentuk masasyarakat yang hakiki dan madani..hingga sekarng. saya kira pendapat ini bisa dijadiakn rekomendasi…sebagai hari jadi kota bau-bau. terima kasih.

  8. Orang_Kamali Beach berkata

    saya lebih suka jika pelantikan wa kaaka sbg Raja Pertama Buton dijadikan tahun berdirinya kota karena sejak saat itu mulai dikenal yang namanya Kerajaan Buton.. bukankah jika suatu wilayah memiliki seorang pemimpin maka wilayah itu berarti sudah berdaulat dan diakui..?

  9. yossicavello Buton berkata

    Maaf sudaraku sekedar nanya dan numpang lewat saja nih….!!!

    Ko` Nyari tgl kelahiran kota bau2 menggunakan referensi kelahiran buton menyeluruh apa tidak salah tuh…..?????
    jgn sampai situs sejarah “Benteng Keraton Kesultanan Buton” sda menjadi “Benteng Keraton Kesultanan Kota Bau2″ heheheheee……
    mari kita bedakan hari lahir pulau buton dan hari jadi kota bau2
    Hari jadi kota bau2 kan… gampang saja toh…kan cuma di cek kapan dia di deklarasikan di hadapan publik kota bau2, dimana dan oleh siapa toh….klar kan…!!! ko gitu saja sih…susah…..hihihihiiii….
    kalau hari lahir pulau buton baru pakai referensi yang di atas tadi itu baru cocok toh……benar nga` sih…..???
    Kalau hari jadi atau hari kelahiran itu mungkin beda2 bossku,…dan jangan kita karang-karang toh….kita bertanya saja sama yang paham mari kita menjemput bola kita datangi orang2 yang paham tentang hari jadi kota bau2 jangan kita meminta komentar atau pendapat dari masyarakat yang tidak paham yang nantinya mala akan merusak dan mengaburkan sejarah serta membingungkan masyarakat heheheheheeee….
    Apapula… sudah ada kepentingan politik di dalamnya mantapmii…heheheheee…salah2 hari jadi kota bau2 di rangkaikan dengan hari jadi anaknya heheheheheehe…….
    Semoga bermanfaat bagi anda semua…….

    Trim`s

  10. orangbuton berkata

    Yth. yossicavello Buton

    Ini bentuk Kepedulian kami bagi daerah ini. Apa yang saudaraku ungkapkan diatas argumennya cukup kuat. Tapi tidak salah juga jika apa yang kami tuliskaan diatas dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kepentingan. Karena apa yang kami ungkap di atas adalah peristiwa2 besar yang tejadi di wilayah Kota Bau-Bau saat ini dan pada masanya apa yang terjadi di wilayah Kota Bau-Bau saat ini akan memberi dampak pada seluruh wilayah Kesultanan Buton. Bau-Bau dan Buton adalah sagtu kesatuan.

    Wassalam

  11. zulfikar berkata

    Kampung Buton

    Jadikan Mata Bertelinga
    Lidah Berakal
    Hati Bermata

    Pendapat saya sebaiknya Tahun Kelahiran Kota Bau-Bau dilihat sejak awal adanya perkampungan tersebut,bukan untuk sok tua tapi kita bisa melihat dari nilai sejarah dan perkembangan daerah tersebut.
    Jadi saya sangat setuju sekali dengan pendapat saudara Yusran Darmawan.
    Demikian mungkin menjadi pertimbangan kita bersama demi sejarah Buton yang kita cintai.
    Terimakasih.

    salam

    Indonesia Tumpah Darahku
    Buton Kampungku
    Indonesia Pusaka
    Buton Pusat Bumi

  12. But's berkata

    Salam…
    untuk saudara2 semua di atas..

    Ibaratnya seseorang yg tua umur, namun tindak tanduknya tumpul. Sebaliknya orang yg muda usia, tetapi gemanya menggemparkan dunia.

    Jadi sudahlah menurutq ada Orang/Dewan yang berkompeten menentukannya. Atau oleh petunjuk Sang Khalik yang memiliki ilmu melalui ajaran Rasul Allah (Hadits Nabi Muhammad SAW).

    Sejarah Indonesia juga tidak terlepas dari sederet naskah kuno kerajaan2 di NUSANTARA & Bangsa2 asing.
    Semoga jalan menuju Buton/Bau-Bau/Wolio sebagai “Kota Pusaka Dunia” semakin terbuka

    Suluh Indonesia Muda
    Wassalam.

  13. La Maha berkata

    Kampung kali yeeeee, bukan Kota ……….Kalau menggunakan referensi kedatangan Mia Patamiana sebagai dasar kelahiran Kota Baubau maka terlebih dahulu merubah nama Baubau menjadi Kota Wolio (Welia), menurut saya Rujukan hari jadi Kota Baubau dimulai dari berkembangnya lingkungan wale ditandai dengan pengangkatan Lakina Baubau karena pada masa itu dalam wil Baubau sudah terbentuk jalur jalan yang mencirikan sebuah kota dan ditandai dengan modernisasi dan adanya mobil (1916)

  14. djony jafar berkata

    Yg rasional itu adalah keputusan pemerintah Indonesia, Wassalam.

  15. hairulwandi berkata

    kaya alam jaga kota buton oke
    degartu jaga budayayang bagus sekali

  16. hairulwandi berkata

    kebersian dikota buton yg sagat indah bolekah aku bertaya ? kenapa pasirya puti seperti bali

  17. Abd Rahman hamid berkata

    Menentukan hari ultah suatu daerah, termasuk Kota Bau-bau, harus jelas rujuk simpulnya. JIka, misalnya, tempo diterimanya agama Islam secara massal — seperti kata Yusran Dartmawan, dijadikan rujukan, maka harus tepat waktunya. Dan apakah momen itu bisa merepresentasi lahirnya kota Bau-bau yang memancarkan nilai budaya masyarakatnya hari ini?
    Sering kali, penetapan Ultah daerah/kota tidak konsisten. Misalnuya, tahunnya diambil dari waktu amsuknya Islam, lalu bulannya dengan rujuan lain, juga tanggalnya. Maka jadinya ltah gado-gado. Dan itu akan memudarkan pesona daerah itu sendiri.

  18. Muhammad Yusri berkata

    Kalau Keraton Buton (Wolio) agaknya udah jelas asal kata n tahun2nya dan siapa yg menyebut kata itu (Welia). Tp yg mau yaku tanya,,, Bau-Bau ini sapa yg kasi nama dan artinya tuh apa?? diperjelas dari sini saja.. (yg sy dengar dari kata bau = baru) nda usah pake Asal Usul Kesultanan yg dipakai sebagai rujukan.
    Tp kalau memang Akar asal usul penamaan Bau-bau sangat erat kaitannya dengan Kesultanan Buton (Wolio) saya rasa tidak ada ruginya jika mengambil peristiwa-2 besar diatas.

  19. Deden berkata

    apa kontribusi nyata ULTAH ke 470 trhdap masyarakat BAU’S? (posiku-siku, polembagi, porambi-rambitaka)?? apa dan siapa penjamin bahwa masyarakat Bau’s akan jauh lebih sejahtera? brapa (puluh, ratus, ribu, juta) tahun masyarakat hrus menunggunya? Skalian gagas RUPIAH di kota BAU’S di ganti kembali dgn KAMPUA!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: