Orang Buton Punya

Komentar Para Pembaca Akan Sangat Membantu Dalam Memperkaya Khasanah Blog Ini

Museum Wolio Menyimpan Topi Perang

Posted by orangbuton pada 1 Agustus 2008

Topi perang yang dalam istilah kesultanan, dikenal dengan nama Poopoongku, hingga kini masih tersimpan dan terawat dengan baik di museum Wolio. Poopoongku itu merupakan peninggalan Dungkucangia. Dalam buku kerajaan tradisional Sultra kesultanan Buton, dijelaskan, Dungkucangia adalah kepala negeri (raja) dari Tobe-tobe. Topi tersebut, sering digunakan panglima perang di zaman kesultanan Buton dahulu.


“Topi perang itu, terbuat dari baja, setiap saat dibersihkan sehingga selalu tampak mengkilat seperti kuningan. “Biasanya dipakai panglima perang (Kapitalao), disimpan sudah cukup lama, sejak masa Dungkucangia abad ke 13 silam,”.

Photo32
Dungkucangia merupakan tentara Kubilai Khan yang ditugasi untuk menyerang kerajaan Campa di tanah melayu. Namun karena Dungkucangia tertarik dengan kecantikan putri raja Campa, maka ia memutuskan melarikan diri dengan membawa putri Campa hingga ke Buton.

Topi Pengawal Sultan

Pendapat lain mengatakan Topi perang yang terdapat di museum Wolio bukan peninggalan Dungkucangia, melainkan peninggalan Portugis. “Itu peninggalan Portugis yang disumbangkan tentara Portugis kepada Sultan Buton sebagai kenang-kenangan di abad ke 16,”.

8 Tanggapan to “Museum Wolio Menyimpan Topi Perang”

  1. Junaidi said

    Saya ingin melihat Foto Topi Perang Poopoongku, saya mau bandingkan dengan Topi Perang yang ada di Mokole Matano.

  2. andi said

    aku tidak sengaja liat ni blog. tapi aku meragukan klo itu topi mongol. dari bentuk dan cirikhas…itu topi spanyol.

  3. Perasaan kalau itu topi pengawal kesultan buton udah ada sebelum negara negara eropa mengenal peradapan dan datang ke nusantara.
    jadi untuk mas andi jangan terlalu terpengaruh dengan pengaruh eropa yang mencuri kebudayaan orang asia sejak dulu karena z pernah membaca buku tentang masuknya agama islam buton dy lebih dulu mengenal duluan terpengaruh dengan budaya islam di nusantara itu z baca dari berita cina

  4. Samsul Arif Badrun said

    dari rantau kami mengingatmu hai tanah WOLIO…….

  5. x de ke gambar2 lain selain topi kat muzium buton tu?

  6. La ode Arifin said

    biar jauhpun Qm ttp di Hati ( tanah Wolio Tercinta

  7. Junaedi said

    Banyak hal harus kita perhatikan:
    1. Leluhurkita jangan di anggap mereka tidak pintar dan berwawasan, jaman kerjaan dahulu leluhur kita sudah menciptakan banyak benda-benda bersejarah.
    2. Kalau kita mengatakan bahwa itu pemberian atau peninggalan orang eropa ( Portugis )ada dua hal:
    a. Kita ingin mengatakan bahwa dulu orang Portugis pernah datang ke kampung kita, padahal tidak ada bukti.
    b. Kita ingin menumpang ketenaran dan peradaban orang eropa.
    Kami di Matano memiliki 2 macam topi perang
    1 sekitar abad 16 dan satunya lagi abad 18
    dan bentuknya ada kemiripan namun ada juga perbedaan.di Matano sendiri telah berjaya di abad ke 14 dengan produksi besinya dan penelitian arkeologi sudah membuktikannya.

  8. Sangat filosof…
    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: