Orang Buton Punya

Komentar Para Pembaca Akan Sangat Membantu Dalam Memperkaya Khasanah Blog Ini

UNIKNYA MASYARAKAT BUTON

Posted by orangbuton pada 5 September 2008

Ketika kita berpikir tentang struktur masyarakat, maka pemahaman kita akan membayangkan struktur masyarakat Eropa tempo dulu yang berkelas-kelas, atau masyarakat India dan Jawa yang dipengaruhi kebudayaan Hindu yang berkasta-kasta.

Ketika kita membayangkan masyarakat Eropa tempo dulu maka kita akan melihat bahwa masyarakat itu terdiri atas kelas bangsawan yang mengeksploitasi masyarakat jelata sebagai kelas pekerja. Stuktur ini akhirnya runtuh oleh terjangan Revolusi Prancis dan Revolusi Industri dimana masyarakat Eropa semakin sadar akan hak-haknya sebagai manusia. Manusia mempunyai kedudukan yang sama dihadapan Tuhan.

Demikian juga pada struktur masyarakat India dan Jawa, masyarakat terbagi atas masyarakat kasta tinggi yang diduduki kaum ksatria (raja dan pangeran) dan kaum brahmana (rohaniawan) masyarakat kasta menengah yang diduduki oleh para pedagang dan petani pemilik lahan serta kastabergerak menengah yang diduduki oleh rakyat jelata dan para pekerja.

Bandingkan dengan struktur masyarakat Buton struktur masyarakat dibagi berdasarkan filosofi struktur tubuh manusia. Kaumu menjalankan fungsi kepala pada tubuh manusia, Walaka menjalankan Fungsi organ dalam menusia, sedangkan Papara menjalankan fungsi tangan dan kaki yang mendinamisasi seluruh struktur manusia. Semua fungsi tersebut bergerak secara sistemik dalam satu kesatuan yang utuh dalam filosofi Posaangu Yinda Koantara Pogaa Yinda Kolota.

3 Tanggapan to “UNIKNYA MASYARAKAT BUTON”

  1. fauzya said

    Tetap saja ga bener … cos dalam Islam semua manusia sama yg bedain cuma amalnya doank …. bukan keturunan darah biru atau bukan

  2. R. Salihi said

    salam buat kita semua

    Sdr. Fauzya.. memang benar apa yang engakau katakan, hal tersebut dalam konteks hubungan manusia dengan ALLAH SWT. Dihadapan-NYA semua manusia sama, yang membedakan adalah amal perbuatannya (iman dan taqwa).

    Namun dalam hubungan sesama manusia perlu dibedakan, bagaimana menjalankan roda pemerintahan suatu KESULTANAN, BANGSA & NEGARA berbeda antara pemimpin dengan masyarakatnya.

    Saya orang Buton yang sejak nene moyang tinggal di PAPUA, sangat tertarik dengan struktur masyarakat Buton yang dibagi berdasarkan filosofi struktur tubuh manusia. Kaumu menjalankan fungsi kepala pada tubuh manusia, Walaka menjalankan Fungsi organ dalam menusia, sedangkan Papara menjalankan fungsi tangan dan kaki yang mendinamisasi seluruh struktur manusia.
    Hal ini berdasarkan filosofi pemikiran yang tinggi dari para leluhur bangsa Buton bahwa perjalanan manusia menemui TUHAN, suatu BANGSA menuju KESEJAHTERAAN tergantung dari pemimpin dan rakyatnya. ibaratnya kalau kepala berpikir, organ, tangan dan kaki bergerak selaras tentunya kehidupan menuju TUHAN atau apa yang dicita-citakan akan tercapai.
    contonya seperti kita sekarang ini…. SDA yang melimpah tidak atau salah dimanfaatkan untuk KEMAKMURAN. kondisi ini diakibatkan karena kepala, organ tubuh, tangan dan kaki tidak sejalan.
    Antara pemimpin yang satu dengan yang lain tentulah tidak sama amal perbuatannya dihadapan ALLAH, antara masyarakat yang satu dgn lain di hadapan ALLAH juga berbeda amalnya, keturunan darah biru pun berbeda amalnya antara yg satu dgn lain di hadapan ALLAH.
    Jadi menurut saya dalam hubungan sesama manusia, manusia-alam dan manusia-TUHAN dalam berbangsa dan bernegara sepatutnya semua golongan manusia tersebut bersatu dalam meraih cita2 yang diharapkan, karena SEMUA MANUSIA MEMPUNYAI CITA-CITA INGIN MASUK SURGANYA ALLAH………..

    Demikian komentar saya salam dari KOKAS FAKFAK – PAPUA BARAT

  3. ldw said

    Posaangu Yinda Poromu, Pogaa Yinda Kolota.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: