Orang Buton Punya

Komentar Para Pembaca Akan Sangat Membantu Dalam Memperkaya Khasanah Blog Ini

BERBICARA TENTANG BANGSA

Posted by orangbuton pada 13 September 2008

Selama 53 tahun pemerintahan rezim Orde Lama dan Orde Baru banyak upaya dilakukan untuk menyeragamkan budaya Indonesia. Dengan doktrin yang kuat dari pemerintah pusat disertai represi dari aparatur pemerintah, kebudayaan lokal digiring untuk menjadi seragam dengan budaya yang di anut oleh penguasa. Budaya Jawa sebagai akar budaya penguasa di-upload sebagai Budaya Bangsa dengan argumentasi bahwa lebih dari 60% penduduk Indonesia bermukim di Pulau Jawa. Pada sisi lain pengembangan potensi dan budaya lokal di amati secara cermat dan penuh curiga dengan anggapan dasar bahwa potensi dan budaya lokal yang kuat dapat menjadi cikal bakal dari gerakan separatis.

Tercatat dalam sejarah banyak hal yang pada mulanya upaya pengembangan potensi dan budaya lokal yang oleh penguasa kemudian yang dipolitisir dan digiring untuk menjadi suatu gerakan separatis kemudian diberangus secara represif dengan kekuatan senjata. Tercatat bahwa tokoh-tokoh semacam Muh.Natsir, Syafruddin Prawiranegara, Kol.Ventje Sumual, Kol.Simbolon, Daud Beureuh dan masih banyak tokoh besar lainnya adalah tokoh-tokoh yang terlibat aktif dalam pendirian Negara dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan kemudian harus berhadapan dengan sesama anak bangsa dalam suatu Palagan karena kegigihan mereka dalam upaya pengembangan potensi dan lokal yang mereka yakini sebagai kekayaan bangsa dari jiwa megalomania para penguasa yang ingin terus mempertahankan kekuasaanya secara permanen.

Bangsa Indonesia patut bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena dengan kekuasaanNya jualah maka Reformasi yang dilakukan oleh bangsa Indonesia dapat terus bergulir. Dengan reformasi bangsa Indonesia diberi kesempatan untuk dapat melakukan koreksi dan perbaikan terhadap kesalahan-kesalahan yang dilakukan di masa lalu, dengan reformasi pula bangsa Indonesia dapat mencari inovasi-inovasi baru untuk dapat mensejajarkan diri dengan bangsa-bangsa besar lainnya di dunia, dengan reformasi pula bangsa Indonesia dapat membangun demokrasi sehingga setiap orang, setiap masyarakat dan setiap potensi dan budaya local dapat berkompetisi secara sehat dan berlomba-lomba memperkuat dan mengembangkan bangsa dan Negara.

Adalah menjadi tugas seluruh komponen bangsa untuk memelihara momentum bangsa ini dalam reformasi agar tetap berada pada rel yang semestinya. Walaupun harus ditebus dengan darah dan airmata, bangsa Indonesia telah melalui satu lagi fase kehidupannya. Bangsa Indonesia masih diberi kesempatan untuk memperbaiki dan membersihkan dirinya dari anasir-anasir jahat yang menggerogoti sendi-sendi bangsa.

Dalam upaya memperbaiki dan memperkuat system berbangsa dan bernegara, UUD 1945 telah beberapa kali diamandemen. Dalam beberapa amandemen yang dilakukan tersebut, berbagai potensi bangsa telah diberi ruang untuk mengaktualisasikan diri untuk berperan dalam proses berbangsa dan bernegara. Daerah telah diberi ruang untuk berkembang menurut kekhasan dan karakteristiknya, rakyat diberi kemerdekaan untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat, public di beri kesempatan untuk mengakses informasi pemerintah dan sebagainya. Walaupun di sana-sini masih terjadi berbagai kekurangan tetapi semua telah diletakkan pada kondisi yang seharusnya. Setelah diletakkan pada kondisi idealnya, maka tidaklah terlalu optimis jika kita dapat mengatakan kurang dari satu generasi Indonesia akan menjadi Negara yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: