Orang Buton Punya

Komentar Para Pembaca Akan Sangat Membantu Dalam Memperkaya Khasanah Blog Ini

TEKS PELAJARAN SEJARAH INDONESIA TIDAK ADIL TERHADAP ORANG BUTON

Posted by orangbuton pada 22 September 2008

Dalam teks pelajaran sejarah perjuangan bangsa Indonesia Melawan penjajahan Belanda untuk anak sekolah di seluruh Indonesia, telah terjadi pembunuhan karakter terhadap orang Buton baik sebagai kelompok masyarakat maupun sebagai entitas Budaya.

Dalam Buku teks pelajaran Sejarah bagi anak-anak sekolah tersebut dalam melukiskan kisah heroik perjuangan Sultan Hasanuddin dari Goa-Tallo (Makassar) digambarkan bahwa Sultan Hasanuddin dapat dikalahkan oleh Penjajah Belanda setelah mendapat bantuan dari pengkhianat bangsa yaitu Kerajaan Bone yang dipimpin oleh Arupalaka dan Kesultanan Buton tanpa menyinggung sama sekali geopolitik sesunggahnya yang terjadi saat itu di mana Kerajaan Bone dan Kesultanan Buton adalah Negara-negara merdeka yang berdaulat sebagaimana halnya Kesultanan Makassar yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin pada saat itu.

Dalam penulisan pelajaran Sejarah tersebut juga terjadi ketidak adilan dimana hanya digambar satu periode dalam sejarah panjang Kesultanan Buton. Tidak pernah digambarkan bahwa dari 38 Sultan yang pernah memerintah di Kesultanan Buton tidak semuanya berkolaborasi dengan penjajah Belanda. Tidak pernah di gambarkan bahwa adalam periode panjang tersebut bagaimana Kesultanan Buton dengan Kemampuan diplomasinya dapat terhindar dari penaklukan oleh penjajah dari barat tersebut. Tidak pernah di ungkap dalam sejarah bangsa Indonesia bagaimana ketika dipilomasi dengan penjajah mengalami jalan buntu Sultan Buton pada saat dengan seluruh rakyatnya harus mengangkat senjata melawan Belanda sebagai mana dilakukann oleh Sultan Himayatuddin (sultan ke 20 dan 23) sekitar tahun 1755.

Dalam perjuangan bersenjata tersebut menurut catatan banyak tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat Kesultanan Buton telah gugur. Diantara korban yang gugur diantaranya Sapati, Kapitalau, Bonto Ogena, raja Lawele dan Tondana serta mantan Raja Rakina (Susanto Zuhdi : Labu Rope Labu Wana, 1999 ; Ligtvoet, 1878-78-9). Tetapi ini semua luput dari perhatian penulis sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Sultan Himayatuddin memiliki semangat yang sama dengan pahlawan nasional lainnya seperti pangeran Diponegoro, Teuku Umar, Sultan Hasanuddin, Sultan Agung Pattimura yang gigih menentang kehadiran Belanda di tanah air hingga bangsa ini lepas dari kungkungan penjajah. Karena perjuangan gigih para pemimpin kesultanan Buton inilah, hingga nanti pada awal abad 20 Kesultanan Buton oleh penjajah Belanda dapat dimasukkan seagai bagian dari Hindia Belanda.

6 Tanggapan to “TEKS PELAJARAN SEJARAH INDONESIA TIDAK ADIL TERHADAP ORANG BUTON”

  1. Hamzah73 said

    mainkan…

  2. Mainkan

  3. apologi!!

  4. oellaode said

    Biasa saja…
    Ada yang salah dan ada yang benar

  5. Rysal said

    Bongkar saja!good?@?

  6. But's said

    salam…,

    kamu di suruh tanggapi bukan berkomentar. Kalo tulisannya “benar” ya menambah perbendaharaan ilmu sejarah.:) masing2 orang memiliki sejarah masing2. Jadi kalo wacana di atas salah.. Mohon saudara berikan karya tulis, skripsi atau tesis dari tinjauan pustaka yang terkini & telah di uji dari b’bagai aspek, terutama mengenai prikehidupan/perilaku para leluhur tanah Buton yang terkenal kesaktiannya se-nusantara & sejagad raya ini,

    maju terus Buton Raya

    suluh indonesia muda
    wassalam….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: