Orang Buton Punya

Komentar Para Pembaca Akan Sangat Membantu Dalam Memperkaya Khasanah Blog Ini

TANTANGAN BAGI NETRALITAS PNS DALAM POLITIK

Posted by orangbuton pada 3 Maret 2009

Keberadaan PNS yang strategis selalu menjadi incaran kekuatan-kekuatan politik untuk ditarik dalam pusaran politik sesuai dengan kepentingan politik mereka. Pada jaman Orde baru PNS sangat menikmati hak politiknya dimana dalam peraturan perundang undangan PNS di jamin untuk dapat memilih dan pilih dalam Pemilihan Umum yang digelar setiap 5 (lima) tahun. Pada kondisi ini PNS bersama ABRI secara total menjadi alat kekuasaan penguasa politik saat itu. Hal ini dapat dilihat dari pola rekruitmen kader yang dilakukan saat itu melalui jalur ABG (ABRI Birokrasi dan Golkar). Dalam kondisi ini Pegawai Negeri (ABRI dan PNS) lebih berperan sebagai Abdi Kekuasaan daripada sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat.

Berkaca pada pengalaman itu, pemerintah dan DPR kemudian menetapkan Undang-undang nomor 43/1999 tentang Perubahan UU No 8/1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian.

Salah satu isi yang cukup fundamentalis, PNS diharuskan bersifat netral dari pengaruh semua golongan dan parpol serta tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bukan hanya UU itu, ada dua peraturan yang mewajibkan netralitas PNS. Yakni, Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Nasional No 10/ 2005 tentang PNS yang menjadi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Serta, Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (SE Menpan) Nomor SE/08/M.PAN/3/2005 tentang netralitas PNS dalam pemilihan kepala daerah.

Telah cukupkah semua regulasi yang ada untuk dapat mengawal PNS agar tetap netral dan tidak terjerumus dalam dalam politik praktis ?

Perlu ada penelitian dan kajian yang mendalam untuk dapat menjawab fenomena ini secara pas sesuai dengan kondisi faktual masyarakat di mana PNS seorang berada.

Ada beberapa hal yang secara faktual akan mempengaruhi netralitas seorang PNS dalam politik, antara lain :

  1. Secara umum ikatan- ikatan primordial dalam masyarakat Indonesia masih sangat kental , hal ini sangat berpengaruh dalam penentuan sikap politik seorang PNS. Sebagai contoh seorang PNS mempunyai saudara atau famili atau keluarga yang di tuakan yang terlibat dalam politik praktis, dalam masyarakat yang primordial tentunya tidak akan membiarkan saudaranya berjuang sendiri dalam mencapai tujuannya.
  2. Kepala Daerah adalah Pembina PNS di daerah. Seorang Kepala Daerah dipilih melalui proses politik tentunya dituntut untuk selalu memperkuat basis politiknya untuk dapat tetap survive. Dalam kondisi ini seorang Kepala Daerah akan selalu tergoda untuk memanfaatkan semua sumber daya yang ada untuk tetap dapat mempertahankan kekuatan politiknya termasuk terhadap PNS yang berada di bawah kekuasaannya.
  3. Pengalaman pribadi para PNS dalam proses Pemilihan Kepala Daerah bahwa siapa yang berjasa dalam proses Pilkada tersebut tentunya akan mendapat kesempatan untuk mendapat promosi sebagai imbalan atas jasanya dalam pilkada. Pilihan bagi PNS adalah menjadi penonton dalam proses politik dan menjadi penonton dalam promosi atau terlibat dalam politik praktis dan dengan resiko promosi bila menang atau demosi bila kalah.

3 Tanggapan to “TANTANGAN BAGI NETRALITAS PNS DALAM POLITIK”

  1. Fahrurrozi said

    Artikelnya cukup keren juga tuch…. sadar atau tidaknya fenomena netralitas PNS pada masa otonomi daerah mungkin sebuah keniscayaan…..karena apa posisi PNS sangat strategis untuk masuk pada pusaran politik secara individu ataupun kelompok,walaupun UU no 43/1999 jelas banget tuch….tinggal mentalitas PNS aja kaleeee yang kaga boleh tergiur oleh janji2 politik para calon ataupun incumbent…..

  2. Musram Abadi said

    Sekarang sdh ada UU yg mengatur…sehingga kini tinggal mencari strategi yg jitu dalam menerapkannya..agar PNS benar2 dpt netral dalam pemilu,,,agar tetap melihat kualitas….

  3. muhammad hakim said

    agar PNS netral, cabut hak kepala daerah mengutak-atik jabatan PNS di daerahnya. serahkan saja pada BKN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: